Ragam Contoh
Benarkah Makan Telur Bisa Menyebabkan Bisul? Ini Penjelasan Medis
telur kerap dianggap sebagai “biang kerok” ketika muncul benjolan merah berisi nanah di kulit setelah seseorang mengonsumsinya
Ringkasan Berita:
- Telur merupakan sumber nutrisi yang sangat baik. Mengandung protein tinggi, vitamin B12, vitamin A, selenium, hingga kolin, telur justru membantu tubuh memperbaiki jaringan kulit yang rusak.
- Hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah kuat yang menyatakan bahwa telur secara langsung menyebabkan bisul. Anggapan tersebut lebih condong ke arah mitos daripada fakta medis.
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Anggapan bahwa terlalu banyak makan telur dapat memicu munculnya bisul sudah lama beredar di masyarakat Indonesia.
Bahkan, telur kerap dianggap sebagai “biang kerok” ketika muncul benjolan merah berisi nanah di kulit setelah seseorang mengonsumsinya.
Kepercayaan ini terus diwariskan dari generasi ke generasi dan masih diyakini banyak orang hingga sekarang. Tidak sedikit yang langsung mengaitkan munculnya bisul dengan konsumsi telur, terutama jika benjolan muncul beberapa waktu setelah menyantap makanan tersebut.
Namun, benarkah telur menjadi penyebab utama munculnya bisul? Penjelasan medis ternyata mengatakan hal berbeda.
Penyebab Bisul Menurut Dunia Medis
Menurut Mayo Clinic, bisul atau furunkel sebenarnya disebabkan oleh infeksi bakteri, terutama bakteri Staphylococcus aureus.
Bakteri tersebut menyerang folikel rambut atau kelenjar minyak di kulit sehingga menimbulkan peradangan. Akibatnya, muncul benjolan merah yang terasa nyeri, hangat, membengkak, dan berisi nanah.
Artinya, secara medis tidak ada bukti bahwa telur secara langsung menyebabkan bisul.
• Cara Beli Tiket Online AVC Champions League 2026 di Pontianak Lengkap Harga Tiket Termurah-Termahal
Mengapa Telur Sering Dikaitkan dengan Bisul?
Anggapan ini umumnya muncul karena banyak orang salah mengenali gangguan kulit yang dialami setelah makan telur. Ketika muncul benjolan atau ruam setelah mengonsumsi telur, sebagian orang langsung menganggapnya sebagai bisul.
Padahal, kondisi tersebut bisa saja berupa jerawat, iritasi kulit, atau bahkan reaksi alergi makanan.
Kondisi kulit yang lembap, berminyak, atau kurang bersih menjadi lingkungan ideal bagi bakteri untuk berkembang biak. Selain faktor higienitas, risiko bisulan juga meningkat pada orang dengan kondisi medis tertentu, seperti:
• Penderita diabetes.
• Orang dengan daya tahan tubuh lemah.
• Penderita obesitas.
• Kebiasaan berbagi barang pribadi (handuk atau alat cukur).
apakah telur menyebabkan bisul
mitos telur dan bisul
penyebab bisul menurut medis
fakta tentang bisul
infeksi bakteri kulit
cara mencegah bisul
Meaningful
| 50 Soal Pilihan Ganda Agama Kristen Kelas 9 Semester 2 Kurikulum Merdeka 2026 |
|
|---|
| 50 Soal Essay Agama Islam Kelas 9 Semester 1-2 Kurikulum Merdeka 2026 |
|
|---|
| 50 Soal Pilihan Ganda Bahasa Indonesia Kelas 9 Semester 2 Kurikulum Merdeka 2026 |
|
|---|
| 50 Soal Pilihan Ganda Agama Konghucu Kelas 9 Semester 2 Kurikulum Merdeka 2026 |
|
|---|
| 50 Soal Essay Agama Buddha Kelas 9 Semester 1-2 Kurikulum Merdeka |
|
|---|
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/telur-rebus-dapat-membantu-menjaga-energi.jpg)