Ragam Contoh

Benarkah Makan Telur Bisa Menyebabkan Bisul? Ini Penjelasan Medis

telur kerap dianggap sebagai “biang kerok” ketika muncul benjolan merah berisi nanah di kulit setelah seseorang mengonsumsinya

Tayang:
Instagram
TELUR REBUS- Dengan kandungan gizi tersebut, telur dapat membantu menjaga energi, daya tahan tubuh, dan keseimbangan nutrisi bagi siapa pun, termasuk penderita asam lambung. 

Ringkasan Berita:
  • Telur merupakan sumber nutrisi yang sangat baik. Mengandung protein tinggi, vitamin B12, vitamin A, selenium, hingga kolin, telur justru membantu tubuh memperbaiki jaringan kulit yang rusak.
  • Hingga saat ini, belum ada bukti ilmiah kuat yang menyatakan bahwa telur secara langsung menyebabkan bisul. Anggapan tersebut lebih condong ke arah mitos daripada fakta medis. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID- Anggapan bahwa terlalu banyak makan telur dapat memicu munculnya bisul sudah lama beredar di masyarakat Indonesia. 

Bahkan, telur kerap dianggap sebagai “biang kerok” ketika muncul benjolan merah berisi nanah di kulit setelah seseorang mengonsumsinya.

Kepercayaan ini terus diwariskan dari generasi ke generasi dan masih diyakini banyak orang hingga sekarang. Tidak sedikit yang langsung mengaitkan munculnya bisul dengan konsumsi telur, terutama jika benjolan muncul beberapa waktu setelah menyantap makanan tersebut.

Namun, benarkah telur menjadi penyebab utama munculnya bisul? Penjelasan medis ternyata mengatakan hal berbeda.

Penyebab Bisul Menurut Dunia Medis

Menurut Mayo Clinic, bisul atau furunkel sebenarnya disebabkan oleh infeksi bakteri, terutama bakteri Staphylococcus aureus.

Bakteri tersebut menyerang folikel rambut atau kelenjar minyak di kulit sehingga menimbulkan peradangan. Akibatnya, muncul benjolan merah yang terasa nyeri, hangat, membengkak, dan berisi nanah.

Artinya, secara medis tidak ada bukti bahwa telur secara langsung menyebabkan bisul.

Cara Beli Tiket Online AVC Champions League 2026 di Pontianak Lengkap Harga Tiket Termurah-Termahal

Mengapa Telur Sering Dikaitkan dengan Bisul?

Anggapan ini umumnya muncul karena banyak orang salah mengenali gangguan kulit yang dialami setelah makan telur. Ketika muncul benjolan atau ruam setelah mengonsumsi telur, sebagian orang langsung menganggapnya sebagai bisul.

Padahal, kondisi tersebut bisa saja berupa jerawat, iritasi kulit, atau bahkan reaksi alergi makanan.

Kondisi kulit yang lembap, berminyak, atau kurang bersih menjadi lingkungan ideal bagi bakteri untuk berkembang biak. Selain faktor higienitas, risiko bisulan juga meningkat pada orang dengan kondisi medis tertentu, seperti:

• Penderita diabetes.

• Orang dengan daya tahan tubuh lemah.

• Penderita obesitas.

• Kebiasaan berbagi barang pribadi (handuk atau alat cukur).

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved