Breaking News:

Terima 70 Vial Vaksin, Kadiskes Pontianak Sebut Vaksin Masih Langka

Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak,Sidiq Handanu menyampaikan, bahwa saat ini Selasa 3  Agustus 2021 Kota Pontianak mendapat dropping Vaksin dari P

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Muhammad Rokib
Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak,Sidiq Handanu 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan Kota Pontianak,Sidiq Handanu menyampaikan, bahwa saat ini Selasa 3  Agustus 2021 Kota Pontianak mendapat dropping Vaksin dari Pemerintah Provinsi Kalimantan Barat sebanyak 70 vial vaksin atau sekitar 700 dosis.

Handanu menerangkan, meskipun sudah dapat dropping Vaksin, namun ketersediaan Vaksin masij sangat terbatas.

"Dropping Vaksin yang pada hari ini datang di Dinas Kesehatan Kota Pontianak jumlahnya masih sangat sedikit, jadi untuk Vaksinasi pertama atau V1 hanya mendapatkan 70 vial saja atau 700 an dosis," ujarnya.

Kemudian untuk Vaksinasi kedua (V2) distribusikan nanti akan ditangani TNI-Polri dan Dinas Kesehatan dengan jumlah yang juga masih sedikit yakni total hanya 17 ribu dosis saja.

Update Kasus Konfirmasi Positif Covid-19 di Kabupaten Sanggau dan Jumlah Orang yang Divaksin

Padahal, Handanu mengungkapkan untuk Kota Pontianak vaksin yang diperlukan selisih antara V1 dan V2 yaitu kurang lebih 70 ribu.

"Hari ini baru ada 17 ribu. Jadi masih sangat langka untuk vaksin. Vaksin yang datang ini pokoknya untuk V2," lanjutnya.

Dampak dari kelangkaan vaksin, dikatakannya, yang pertama ialah menghambat percepatan Vaksinasi pertama (V1) sehingga terlambat. Bahkan tidak hanya berdampak pada V1, namun juga berdampak pada V2.

"Kemudian untuk Vaksinasi kedua itu juga terjadi droup out yang kemungkinan juga akan mempengaruhi tingkat kualitas kekebalan misalnya seharusnya Divaksin dalam jangka waktu dua bulan kemudian lewat dua minggu, penguatan itu tidak tepat waktu. Tapi apakah ada dampaknya saya belum tahu," jelasnya.

Kendati demikian, memang diakuinya untuk pelaksaan V1 di Kota Pontianak tidak dilakukan penyetopan, hanya saja sangat terbatas.

"Stop sekali sih enggak. V1 itu jatahnya hahya 700 dan itu prioritas untuk orang yang segera membutuhkan contoh misalnya orang yang melakukan perjalanan, yang persyaratan transportasi menggunakan Vaksin, itu juga diberikan," katanya.

Sedangkan, untuk Vaksinasi massal yang baru akan dilaksanakan terpaksa harus ditunda. Namun untuk Vaksinasi massal yang sudah berjalan lama masih berlanjut dengan jumlah sangat terbatas.

"Untuk Vaksinasi massal yang sudah kita janjikan dan dilakukan lama sebelum ada fenomena kelangkaan vaksin, itu kita upayakan seperti di Pontianak Timur sudah agak lama. Tetap kita berikan, tapi dengan jumlah sangat terbatas," pungkasnya. (*)

(Update Informasi Seputar Kota Pontianak)
 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved