Breaking News:

Penanganan Covid

Gubernur Sutarmidji Minta Rumah Sakit Tak Tolak Pasien karena Tak Ada Oksigen atau Tak Ada Obat

"Mungkin baru sedikit lega Jumat. Duit ada mau beli obat, obatnya tak ade. Banyak indah kabar dari berite. Semoga kita bisa keluar dari masalah ini se

Penulis: Nasaruddin | Editor: Nasaruddin
TRIBUNPONTIANAK/Ferryanto
Gubernur Kalbar Sutarmidji saat meninjau pelaksanaan vaksinasi di Kawasan Stadion Sultan Syarif Abdurrahman, Sabtu 10 Juli 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji meminta seluruh rumah sakit tidak menolak pasien dengan alasan tak ada oksigen ataupun tak ada obat.

Hal itu disampaikan Sutarmidji melalui laman media sosial miliknya.

"Bupati walikota sebagai ketua satgas daerah harus perhatikan betul. Saya tidak boleh intervensi karena itu wewenang mereka," tulis Sutarmidji.

Berbeda halnya dengan RSUD Soedarso.

Stok Oksigen di RSUD dr Rubini Habis, Bupati Erlina: Krisis Oksigen Tidak Hanya di Mempawah

"Kalau Sudarso wewenang saya. Menu makan pasien saya cek, ketersediaan obat, oksigen. Saya harus pastikan ada untuk minimal 2 hingga 3 hari," katanya.

Sutarmidji mengatakan, saat ini kebutuhan oksigen naik hampir tiga kali dari sebelumnya.

"Kita sudah berupaya minta pasokan dari Batam, bahkan sedang upaya dari Kuching," katanya.

"Mungkin baru sedikit lega Jumat. Duit ada mau beli obat, obatnya tak ade. Banyak indah kabar dari berite. Semoga kita bisa keluar dari masalah ini secepatnya," tulis Sutarmidji.

Beberapa waktu terakhir, muncul informasi beberapa rumah sakit di Kalimantan Barat yang tidak bisa menerima pasien dengan keluhan sesak nafas atau terapi oksigen.

Hal itu dilakukan rumah sakit karena tidak adanya stok oksigen.

Oksigen di RSUD dr Rubini Mempawah Habis, David: Kita Sudah Koordinasi untuk Penambahan Stok

Halaman
123
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved