AMERIKA Serikat Vs Milisi Didukung Iran Makin Sering Bertempur, Drone dan Rudal Sasar Pasukan AS

insiden terakhir, jet tempur AS pada hari Minggu menargetkan fasilitas operasional dan penyimpanan senjata di dua lokasi di Suriah dan satu di Irak

Editor: Ishak
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/AFP
WADUH AMERIKA Serikat Vs Milisi Didukung Iran Makin Sering Bertempur di Iraq dan Suriah. Drone dan Rudal Sasar Pasukan AS. Cek di artikel ini / ILUSTRASI. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Aktivitas militer Amerika Serikat di Iraq dan Suriah kini meningkat.

Sejumlah eskalasi pertempuran dari operasi militer Amerika Serikat di negara konflik di Timur Tenga itu bahkan membawa kekhawiran sejumlah pihak.

Terutama terhadap potensi yang bisa menjerumuskan Amerika Serikat dalam perang yang lebih dalam.

Terutama terkait dengan potensi perang langsung antara Amerika Serikat dengan Iran

Dikutip dari laman Kontan.co.id serangan terbaru militer Amerika Serikat (AS) di bawah kepemimpinan Presiden Joe Biden terhadap milisi yang didukung Iran di Suriah dan Irak disebut-sebut mengalami intensitas peningkatan. 

Sesuatu yang disebut sebagai bukan yang pertama atau mungkin yang terakhir dari masa kepresidenan Joe Biden yang relatif masih seumur jagung alias masih muda tersebut.

Kisah Sukses Pria Kelahiran Kalbar Bisnis Kuliner di Amerika Serikat

Rekan separtai Presiden AS Joe Biden di Partai Demokrat bahkan mempertanyakan.

Apakah pola serangan dan serangan balik antara militer AS atas milisi yang didukung Iran di Suriah dan Irak adalah konflik yang tidak diumumkan.

Jika hal itu benar, menurutnya, maka ada risiko AS bisa tersandung perang langsung dengan Iran tanpa melibat Kongres AS.

Amerika Serikat dan Indonesia Mulai Pembangunan Pusat Pelatihan Maritim Bernilai Jutaan Dolar

Ini akan menjadi masalah yang syarat muatan politik setelah pasukan AS berada dua dekade di wilayah konflik tersebut.

“Sulit untuk membantah, mengingat kecepatan serangan terhadap pasukan AS dan sekarang, meningkatnya frekuensi tanggapan kami, ini bukan perang,” Senator Chris Murphy, seorang Demokrat yang memimpin subkomite utama hubungan luar negeri Senat, mengatakan kepada Reuters.

"Apa yang selalu kami khawatirkan adalah bahwa Amerika Serikat tergelincir ke dalam perang tanpa publik Amerika benar-benar dapat mempertimbangkannya," tambahnya.

Kedua negara mendekati jenis konflik yang ditakuti Demokrat pada Januari 2020.

Terutama ketika Amerika Serikat membunuh seorang jenderal top Iran dan Iran membalas dengan serangan rudal di Irak yang menyebabkan cedera otak di lebih dari 100 tentara AS.

Halaman
12
Sumber: Kontan
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved