Breaking News:

Kepala Satpol PP Pontianak Bantah Merusak Ukulele Pengamen, Tegaskan Hal Itu Pemusnahan Sesuai Perda

Adriana mengatakan, Satpol PP Kota Pontianak rutin melaksanakan penertiban pengamen yang ada di simpang jalan atau area lampu lalu yang mengganggu ket

Editor: Nasaruddin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Destriadi Yunas Jumasani
Kasat Pol PP Kota Pontianak Syarifah Adriana Farida mengklarifikasi video perusakan ukulele pengamen, di Kantor Sat Pol PP Kota Pontianak, Jalan Zainuddin, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin 7 Juni 2021. Kasat Pol PP menyebutkan video tersebut merupakan proses pemusnahan barang bukti yang sudah dua tahun lalu ditangkap dan tidak ada pemiliknya. TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI 

Jika sudah selesai mendapatkan pembinaan, pengamen boleh mengambil kembali ukulele miliknya yang disita dan membuat pernyataan tidak mengamen di simpang jalan.

"Saat ini masih ada 20 buah dan ini merupakan hasil penertiban sejak dua tahun lalu. Jadi sejak 2 tahun, yang tidak jelas pemiliknya, karena saat kita ambil itu pengamennya lari," katanya.

"Jadi untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan dan sesuai aturan, itu harus dimusnahkan agar tidak ada penyalahgunaan khususnya bagi anggota Satpol PP Kota Pontianak, dimana satpol PP juga dilarang mengambil barang tersebut," terangnya.

Baca juga: Sanksi Tegas Oknum Satpol PP Perusak Ukulele, Wako Pontianak Akan Ganti Baru dan Undang Pengamen

Berdasarkan Perda Nomor 11 tahun 2019 Pasal 39, Pemerintah Kota Pontianak melarang mengamen, mengemis, bahkan memberikan uang kepada pengamen atau pengemis serta berjualan disimpang jalan.

Lebih jauh, Syarifah Adriana menyampaikan, beberapa waktu terakhir pihaknya sering mendapat aduan dari masyarakat bahwa terdapat pengamen yang meresahkan dengan memaksa pengendara memberi uang.

"Akhir-akhir ini banyak sekali pengamen yang membuat masyarakat resah. Mereka (pengamen) bahkan memaksa yang menggunakan kendaraan untuk memberi uang. Oleh sebab itu kita Satpol PP bersama tim terpadu melakukan penertiban," katanya.

Ia mengungkapkan, rata-rata pengamen yang diamankan masih berstatus dibawah umu, dan para pengamen yang telah diamankan itu sudah dititip di PLAT.

Baca juga: Buntut Perusakan Ukulele yang Viral, Oknum Satpol PP Disanksi, Wali Kota Akan Gantikan yang Baru

Syarifah Adriana menegaskan, Pemerintah Kota Pontianak tidak pernah melarang orang melakukan seni musik ataupun berkreasi dengan seninya.

Selama di tempat yang sesuai, serta yang utama tidak menggangu ketertiban umum, khususnya sesuai peraturan daerah kota Pontianak.

Video anggota Satpol PP Kota Pontianak memusnahkan sejumlah ukulele hasil razia pengamen viral di media sosial beberapa waktu terakhir.

Halaman
1234
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved