Wali Kota Edi Rusdi Kamtono Larang ASN serta Masyarakat Mudik dan Tak Gelar Open House

ASN di Kota Pontianak saja, nyantai di rumah. Buat kegiatan aktivitas yang produktif di rumah

Editor: Jamadin
TRIBUN PONTIANAK/ Muhammad Rokib
Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK  - ASN di jajaran Pemkot Pontianak dan masyarakat Pontianak dilarang untuk mudik. Larangan mudik tersebut disampaikan langsung Wali Kota Pontianak, Edi Rusdi Kamtono, menyusul aturan pemerintah pusat agar tidak mudik Lebaran bagi semua lapisan masyarakat mulai 6-17 Mei 2021 demi mencegah penyebaran Covid-19.

Menurut Edi, dengan adanya larangan dari pemerintah pusat, tentu pihaknya akan mengikuti kebijakan yang dilakukan, sepanjang hal tersebut untuk kebaikan.

"Kan sudah jelas dilarang untuk ASN dan masyarakat juga dihimbau untuk tidak mudik," kata Edi Rusdi Kamtono kepada Tribun, Selasa 20 April 2021.

Baca juga: Sayangi Keluarga, Kartyana: Tahan untuk Mudik Lebaran

Tidak hanya itu, Pemerintah Pusat melalui Kemenhub juga melarang transportasi, baik darat, laut dan udara untuk tidak beroperasi pada 6 Mei hingga 17 Mei 2021. Pemkot Pontianak pun mengikuti kebijakan pemerintah pusat.

Larangan tersebut sudah tertuang dalam Peraturan menteri Perhubungan Nomor 13 Tahun 2021 tentang Pengendalian Transportasi Selama Masa Idul Fitri Dalam Rangka Pencegahan Covid-19.

"Transportasi juga ditiadakan, artinya sudah ada aksi untuk memotong masyarakat tidak mudik dan mungkin polisi juga menjaga jalan-jalan keluar masuk batas Kota. Kita sih ikut saja untuk tujuan yang baik, demi memutus mata rantai covid-19," ungkapnya.

Ia juga berpesan kepada seluruh ASN di lingkungan Pemkot Pontianak agar mengikuti aturan tersebut.

"ASN di Kota Pontianak saja, nyantai di rumah. Buat kegiatan aktivitas yang produktif di rumah. Saya rasa di Kota Pontianak sudah sangat menyenangkan bisa olahraga dan beraktivitas," jelasnya.

Bahkan tidak hanya itu, Edi mengungkapkan, bahwa open house juga tidak dilaksanakan sepanjang pandemi covid-19 belum usai.

"Kalau open house belum dilaksanakan selama pandemi masih berlangsung. Kalau acara Bukber juga sebaiknya dibatasi jumlahnya," pungkasnya.

Baca juga: Bolehkah Mudik di Luar Tanggal 6-17 Mei 2021? Penjelasan Kemenhub Soal Adakah Sanksi Mudik Lebaran

Ajakan sama juga disampaikan Wakil Bupati Kapuas Hulu Wahyudi Hidayat. Ia menyambut baik keputusan tegas pemerintah melarangan mudik warga saat Lebaran. 

"Jadi semua lapisan masyarakat, baik itu masyakarat maupun pemerintah atau saya sendiri, dilarang melakukan mudik lebaran. Dimana harus kita dukung sepenuhnya demi pencegahan penyebaran virus Corona," ujarnya kepada Tribun.

Wabup menjelaskan, setiap dirinya melakukan safari Ramadan ke daerah-daerah di Kabupaten Kapuas Hulu, ia selalu menyampaikan larangan untuk mudik Lebaran mulai dari 6-17 Mei 2021.

"Itu semua adalah untuk kebaikan bersama, mencegah penyebaran virus Corona," ucapnya.

Selain itu, kata Wahyudi, Pemkab Kapuas Hulu juga sudah mengeluarkan aturan protokol kesehatan di masa pelaksanaan Bulan Suci Ramadan.

"Jadi wajib bagi setiap masyarakat yang melaksanakan ibadah di masjid harus menaati protokol kesehatan," ujarnya.

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved