Breaking News:

571 Guru Non PNS di Pontianak Ikuti Pembekalan

Syahdan menjelaskan, tujuan diadakan pembekalan ini agar para guru non PNS mengetahui tentang jam mengajar dan lain sebagainya.

TRIBUNPONTIANAK/MUHAMMAD ROKIB
Suasana ratusan guru non PNS ikuti pembekalan, di hotel Kapuas Palace, Pontianak, Kalbar, Rabu 7 April 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sebanyak 571 guru di Kota Pontianak mengikuti pembekalan materi non ASN, di, hotel Kapuas Palace, Pontianak, Kalbar, Rabu 7 April 2021.

Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Kadisdikbud) Kota Pontianak, Syahdan menyampaikan, bahwa dari jumlah 571 guru tersebut merupakan Guru non PNS akan mengikuti pembekalan selama dua hari 7-8 April 2021.

Sebagaimana, dikatakan Syahdan, sebelum mengikuti pembekalan tersebut semua peserta telah melalui beberapa tahapan, diantaranya sudah lulus administrasi dan tes tertulis.

"Mereka diangkat melalui dana BOSDA Pemkot Pontianak, jika BOSDA tahun lalu berdasarkan jumlah siswa. Sekarang pengadaan jasa lainnya oleh Dinas Pendidikan. Dan Guru yang memenuhi persyaratan ini diadakan tes, baik administrasi maupun tertulis. Dan yang dinyatakan lulus sebanyak 571 orang guru non ASN, dari SMP dan SD Negeri Pontianak," ungkapnya.

Syahdan menjelaskan, tujuan diadakan pembekalan ini agar para guru non PNS mengetahui tentang jam mengajar dan lain sebagainya.

"Jadi sekarang tidak diperbolehkan lagi mengajar pindah-pindah sekolah. Jika sudah ditempatkan di satu sekolah, jadi tidak boleh pindah-pindah," ungkapnya.

Baca juga: Pimpinan DPRD Ungkap Rapat Pansus Soroti Progres Pembangunan Kalbar yang Belum Tercapai

"Tugasnya sama dengan PNS, sudah ditentukan mengajar efektif, namun guru non ASN tidak mendapatkan tunjangan," imbuhnya.

Ia sampaikan, sebelumnya masih banyak Guru non PNS yang mengajar berpindah-pindah sekolah untuk memenuhi kebutuhan hidupnya.

"Dalam seminggu guru non ASN harus mengajar 40 jam, kalau kurang dari 40 jam, akan diberikan tugas tambahan sehingga demikian tidak bisa pindah-pindah ke sekolah lain lagi. Itulah yang disosialisasikan kepada guru non ASN agar paham jam masuk dan paham jam pulang," ungkapnya.

Standar berkas Guru non PNS dikatakakannya seperti Sertifikat Badan Usaha (SBU) kontrak satu tahun, jika jika masuk full dalam sebulan 160 jam maka mendapatkan gaji sebesar 3.750.000 dalam sebulan.

"Kalau enggak masuk akan dikurangi penghitungan dari sekolah. Tetapi kalau full 40 jam dalam seminggu maka akan dibayar full," ungkapnya.

Ia menerangkan, bahwa sumber dana yang dialokasikan untuk gaji guru non PNS bersumber dari Bantuan Operasional Sekolah Daerah (BOSDA) Pemkot Pontianak. (*)

Penulis: Muhammad Rokib
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved