Breaking News:

Malaysia Deportasi 77 PMI, 69 Orang Positif Covid-19, 46 Diantaranya Merupakan Asal Kalbar

Harisson mengatakan Satgas COVID-19 Kalbar langsung melakukan pemeriksaan swab PCR terhadap 77 orang tersebut.

Penulis: Anggita Putri | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/Anggita Putri
Kadiskes Kalbar, Harisson. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson mengatakan bahwa pada 11 Maret 2021 sebanyak 77 PMI Dideportasi dari Malaysia. Dari hasil pemeriksaan terdapat 69 orang positif Covid-19.

Sebanyak 77 orang PMI yang di Deportasi oleh Malaysia pada 11 Maret 2021 melalui PLBN Entikong, setelah itu mereka langsung dibawa ke selter Dinsos Kalbar untuk dilakukan pemeriksaan oleh Satgas Provinsi Kalbar.

Harisson mengatakan Satgas COVID-19 Kalbar langsung melakukan pemeriksaan swab PCR terhadap 77 orang tersebut.

“Dari hasil pemeriksaan kita memang mengejutkan ditemukan 69 orang TKI Deportasi dari Malaysia kasus konfirmasi dengan CT rendah Viral Load (VL) tinggi,” ujarnya.

Ia menjelaskan dari 77 orang TKI terdapat 69 orang yang positif Covid-19 berasal dari Luar Kalbar yakni dari NTT 13 orang, Jatim 4 orang, DKI Jakarta 3 orang, Makasar 1 orang , Jogyakarta 1 orany, Jateng 1 orang, dan Kalbar 46 orang.

“ TKI yang di Deportasi dan dinyatakan positif covid-19 berasal dari Kalbar ada 46 orang tersebar di Kabupaten Sambas 18 orang, Bengkayang 8 orang , Pontianak 5 orang , Mempawah 4 orang, Singkawanng 4 orang, Landak 4 orang, Kubu Raya 3 orang,” ujar Harisson, Minggu 14 Maret 2021.

Baca juga: Puluhan Pekerja Migran Indonesia kembali Dideportasi Lewat PLBN Entikong 

Dikatakannya bahwa TKI yang di deportasi positif covid-19 berasal dari luar Kalbar sedang di isolasi di upelkes . Lalu 46 orang asal Kalbar sudah di pulangkan ke daerah masing-masing untuk di isolasi dengan di pantau oleh Satgas Covid kabupaten kota.

“Diskes Provinsi Kalbar sudah ingatkan kab kota masing-masing agar ct dibawah 29 di isolasi dirumah isolasi milik pemerintah kab kota harus di awasi dengan ketat snagat potensi mnularkan kepada org lain

Satgas COVID-19 Kalbar juga sudah meminta bantuan kepada jajaran TNI Polri untuk melakukan pengawasan terhadap 46 orang tersebut karena mempunyai nilai CT rendah dan VL tinggi.

“Jadi untuk kasus konfirmasi TKI asal Kalbar terdapat di Kota Singkawang ada 4 kasus dimana ada 1 orang dengan CT 15,55 dan kandungan VL 38 juta, di Bengkayang ada 8 kasus terdapat 5 orang dengan CT rendah berkisar antara 13,46 sampai 15,75 dimana vl sekitar 170 juta,” ungkapnya.

Baca juga: Malaysia Deportasi 160 Orang Pekerja Migran Indonesia, Masalah Keimigrasian Masih Dominan

Ia menegaskan terhadap TKI yang di deportasi tersebut sangat beresiko tinggi untuk menularkan kepada keluarga. Jadi perlu di isolasi ditempat isolasi pemerintah dengan ketat dan diawasi agar tidak keluar sehingga tidak menyebarkan virus kepada orang lain.

Dikatakannya sekarang yang dikhawatirkan lagi, bahwa masih ada jalur tikus, jalur keluar masuk yang mungkin tidak terkontrol, dan orang keluar masuk dengan leluasa dari jalur tikus membawa covid-19 dari Malaysia.

“Mereka bilang kita yang keterjangkitan tinggi, padahal kita punya bukti bahwa TKI kita dari sana sebagian besar kasus positif semua dengan nilai Ct rendah atau VL tinggi,” pungkasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved