Breaking News:

Belajar Tatap Muka SMA/SMK di Kota Pontianak, Kubu Raya dan Mempawah Dihentikan

Ia mengatakan selain itu telah ditemukan kasus positif terhadap guru dan siswa di beberapa SMA yang ada di Kota Pontianak yang saat ini telah diambil

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ANGGITA PUTRI
Kadisdik Kalbar, Sugeng saat ditemu di Ruang Kerjanya, Senin 25 Januari 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalbar, Sugeng mengumumkan SMA/SMK di Kota Pontianak, Mempawah dan Kubu Raya dihentikan pembelajaran tatap muka dan kembali untuk belajar daring.

Ia mengatakan bahwa penutupan SMA/SMK di tiga kabupaten kota tersebut sesuai arahan Gubernur Kalbar selaku Ketua Satgas Penanganan COVID-19 Provinsi.

Adapun alasan ditutupnya SMA/SMK di Mempawah dan Kubu Raya karena melihat kondisi sebaran kasus di daerah tersebut masih relatif tinggi dan ditemukan kasus positif terhadap beberapa guru dan siswa di SMA yang ada di Pontianak.

“Penutupan SMA/SMK di tiga daerah tersebut dilakukan secara menyeluruh tidak hanya di pusat kota saja. Kita juga sudah berkirim surat ke sekolah yang ada di tiga daerah tersebut,” ujar Sugeng kepada Tribun Pontianak, Minggu 28 Februari 2021.

Ia mengatakan selain itu telah ditemukan kasus positif terhadap guru dan siswa di beberapa SMA yang ada di Kota Pontianak yang saat ini telah diambil langkah cepat untuk isolasi para siswa dan guru di Upelkes.

Baca juga: 17 Guru dan 7 Siswa di Lima SMA di Pontianak Positif Covid-19, Pembelajaran Tatap Muka Dihentikan

“Jadi Kota Pontianak hasilnya sudah keluar ditemukan kasus pada guru dan siswa. Sedangkan Mempawah dan Kubu Raya cenderung ada kenaikan kasus,” ujarnya.

Dikataknnya sesuai arahan Gubernur Kalbar sudah memerintahkan untuk ditutup proses pembelajaran tatap muka di tiga daerah tersebut dan kembali untuk melaksanakan pembelajaran secara daring.

“Jadi Kota Pontianak, Mempawah dan Kubu Raya kembali daring. Sedangkan untuk sekolah lainnya yang berada di zona kuning selain tiga daerah tersebut masih melaksanakan belajar tatap muka,” jelasnya.

Ia mengatakan bahwa bagi SMA/SMK yang masih melaksanakan belajar tatap muka harus tetap melaskanaan prokes dan memantau perkembangan kesehatan siswa dan tenaga pendidik dan berkordinasi dengan puskesmas terdekat.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Harisson juga menjelaskan bahwa tutupnya SMA/SMK di Mempawah dan Kubu Raya karena ada kecendrungan peningkatkan kasus. Sedangkan di Kota Pontianak karena ditemukan kasus positif di beberapa SMA. Maka langkah yang diambil adalah pembelajaran tatap muka dihentikan sementara waktu. (*)

Penulis: Anggita Putri
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved