Breaking News:

17 Guru dan 7 Siswa di Lima SMA di Pontianak Positif Covid-19, Pembelajaran Tatap Muka Dihentikan

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson menjelaskan bahwa sampai saat ini berdasarkan hasil swab PCR yang telah dilakukan ada lima

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ENDRO
Ilustrasi 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pembelajaran Tatap Muka di lima SMA yang ada di Kota Pontianak dihentikan sementara karena ditemukan kasus Positif Covid-19 pada beberapa guru dan murid.

Sebelumnya telah disampaikan apabila sekolah yang telah dilakukan pemeriksaan swab PCR ditemukan kasus positif Covid-19 pada guru dan murid, maka kegiatan pembelajaran tatap muka akan dihentikan.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, Harisson menjelaskan bahwa sampai saat ini berdasarkan hasil swab PCR yang telah dilakukan ada lima sekolah yang dihentikan sementara pembelajaran tatap mula karena ditemukan kasus positif covid-19 terhadap guru dan murid.

Adapun lima sekolah tersebut yakni di SMA N 3 Pontianak ditemukan satu orang guru positif Covid-19, di SMA Mujahidin Pontianak terdapat 4 orang guru dan 1 orang murid positif.

Kemudian di SMA N 5 Pontianak terdapat tiga orang guru dan satu orang murid positif COVID-19, di SMA N 4 Pontianak terdapat 3 orang guru positif, di Muhammadiyah terdapat 6 orang guru dan 5 orang siswa.

“Jadi total dari 5 SMA di Kota Pontianak ada 17 orang guru dan 7 siswa positif Covid-19 berdasarkan hasil swab PCR yang sudah keluar,” ujarnya.

Harisson mengatakan bahwa terdapat satu siswa SMA N 5 Pontianak dengan CT 15,8 dengan viral load 79 juta yang saat ini sedang menjalani Isolasi di Upelkes.

Baca juga: Formajas Imbau Pengunjung Wisata Pantai Bahari Patuhi Prokes Covid-19

“Karena ditemukan kasus Positif COVID-19 di beberapa sekolah untuk sementara waktu kegiatan belajar tatap muka di sekolah tersebut diberhentikan sementara,” ungkap Harisson.

Ia menjelaskan saat ini ada 7 orang guru yang sedang menjalani proses isolasi di Upelkes bersama satu orang murid.

Tujuan dilakukan isolasi supaya tidak menularkan virus kepada keluarga dan kepada orang lain. Selain itu dalam rangka mempercepat proses pemulihan juga untuk mempermudah petugas kesehatan dalam memonitor kondisi kesehatan mereka.

“Kita harapkan pelaksanaan isolasi di upelkes dapat mempercepat proses pemulihan kesehatan para guru dan murid.

Disana mereka akan dapat pengobatan dan asupan makanan yang bergizi dan melakukan kegiatan olahraga.

Dikatakannya walaupun semua kasus Konfirmasi COVID-19 adalah OTG, tapi tetap hatus diwaspadai status kesehatan mereka, apalagi ditemukan satu orang siswa yang viral loadnya mencapai jutaan. Diskes bersama puskesmas tempat guru atau murid berdomisili akan melaksanakan proses tracing masing2 kasus ini.

Saat ini disampaikannya bahwa Diskes Provinsi masih menunggu hasil swab PCR dari beberapa sekolah yang belum keluar.

“Satgas penanganan Covid-19 Provinsi akan terus melaksanakn pemeriksaan dan pemantauan kesehatan guru dan murid yang melaksanakan kegiatan pembelajaran tatap muka melalui swab PCR secara rutin dan berkala,” pungkasnya. (*)

Penulis: Anggita Putri
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved