Sutarmidji Minta Pemkot Tak Terbitkan IMB Pembakar Lahan untuk Perumahan
Sutarmidji menginginkan agar tak ada ruang bagi siapa saja yang menginginkan pembakaran lahan
"Inikan tidak semuanya mengungsi ya mas. Ada ibu hamil mau lima bulan, total santri ada 15 orang," tutup Sry.
Kapolresta Pontianak Kota Kombes Pol Leo Joko Triwibowo juga melakukan pemantauan penanganan Karhutla bersama instansi terkait pada Kamis.
Kombes Pol Leo mengatakan, sampai saat ini pihaknya sangat intens berkoordinasi dengan BPBD Pontianak dan TNI dalam menangani Karhutla. Terkait kasus yang ditangani Polda Kalbar, ia membenarkan sedang mendalami satu kasus dengan dua tersangka.
"Yang satu adalah yang punya lahan, satu yang disuruh membersihakan lahan dengan cara dibakar," ungkap Kombes Pol Leo Joko Triwibowo.
Kapolresta Pontianak Kota menyebut, lahan yang dibakar oleh oknum malah ditinggalkan. Akibatnya, api menjalar ke sekitar lahan diperkirakan sekitar 3 hektare.
"Kemarin dari hasil pemeriksaan untuk dibersihkan untuk sementara," pungkas Kombes Pol Leo.
91 Titik Api
BMKG Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio menemukan 91 titik panas atau hotspot yang tersebar diwilayah Kalbar pada Kamis.
Sebaran titik api tersebutpun diantaranya, 55 titik berada di Kabupaten Kubu Raya, 12 titik di Kabupaten Sambas, 6 titik di Kabupaten Sambas, 6 titik di Kabupaten Ketapang, 2 titik di Kabupaten Sintang, 3 titik Kabupaten Kapuas Hulu, 3 titik kabupaten Bengkayang, dan 4 titik kemudian berada di Kota Pontianak.
Kepala Seksi Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Kelas I Supadio, Sutikno menerangkan bahwa, titik panas yang disampaikan BMKG itupun bukanlah titik api dari sumber Karhutla yang terjadi.
Sebab disampaikannya, titik panas diperoleh berdasarkan data penginderaan satelit, sedangkan titik api bisa diperoleh melalui ground cek ke lapangan secara langsung.
"Tentunya akan ada potensi perbedaan selisih jumlah titik panas dan jumlah titik api yang terjadi," tegas Sutikno kepada Tribun.
Lebih lanjut katanya juga, diprakirakan bahwa hingga tanggal 28 februari 2021 mendatang sebagian besar wilayah Kalbar masih belum hujan, kecuali di sebagian wilayah Kabupaten Kapuas Hulu.
"Diprakirakan mulai 1 hingga 2 Maret 2021 berpotensi terjadi hujan di sebagian wilayah Kabupaten/kota diantaranya Kapuas Hulu, Sintang, Melawi, Sekadau, Sanggau, Landak, Bengkayang, Ketapang dan Sambas," sampainya.
"Dan tanggal 3 hingga 4 Maret 2021 diprakirakan potensi hujan meluas hingga ke sebagian besar wilayah Kalbar. Hujan yang terjadi ini diprakirakan bisa disertai dengan petir dan angin kencang berdurasi singkat," sambungnya.
Dengan adanya potensi hujan ia pun berharap, bisa membantu memadamkan titik api yang sedang terjadi di sebagian wilayah Kalbar.
Masyarakat pun diimbaunya untuk tetap tidak melakukan kegiatan pembakaran hutan dan lahan, karena potensi hujan yang masih belum merata.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/terdampak-asap-akibat-kebakaran-hutan-252.jpg)