Bahasan: Dolar Menguat, Pemkot Pontianak Akui Pembangunan Infrastruktur Mulai Terdampak

“Kalau pemerintah daerah tetap mengikuti arahan dari pemerintah pusat. Karena yang namanya dolar ini kan nasional,” jelasnya.

Tayang:
Penulis: Ayu Nadila | Editor: Syahroni
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID
DAMPAK DOLAR - Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, menanggapi kenaikan kurs dolar yang dinilai mulai berdampak pada berbagai sektor, termasuk harga material dan pelaksanaan program pembangunan di daerah. 

Ringkasan Berita:
  • Wakil Wali Kota Pontianak Bahasan menilai kenaikan nilai tukar dolar mulai berdampak pada harga material dan pelaksanaan pembangunan daerah. Ia berharap pemerintah pusat dapat mengantisipasi lonjakan dolar agar tidak semakin membebani perekonomian.
  • Bahasan mengingatkan bahwa jika kenaikan dolar diikuti kenaikan harga BBM, maka harga barang, biaya distribusi, dan proyek infrastruktur berpotensi ikut meningkat, yang pada akhirnya dapat memengaruhi serapan anggaran dan pelaksanaan pembangunan.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Kenaikan nilai tukar dolar Amerika Serikat terhadap rupiah mulai menjadi perhatian pemerintah daerah. 

Wakil Wali Kota Pontianak, Bahasan, menilai penguatan dolar berpotensi memengaruhi berbagai sektor, mulai dari harga material pembangunan hingga pelaksanaan program infrastruktur.

Menurut Bahasan, sejumlah bahan material sudah mengalami kenaikan harga meskipun saat ini masih berada dalam batas yang dinilai wajar.

Baca juga: Dolar Naik, Pengamat Ekonomi Soroti Dampak ke Harga Barang hingga Peluang Ekspor

“Pastinya sangat berpengaruh. Memang ada beberapa bahan material yang sudah mengalami kenaikan. Cuma kayaknya masih standar,” ujarnya saat diwawancarai TribunPontianak.co.id, Kamis 4 Juni 2026.

Ia berharap pemerintah pusat terus melakukan langkah antisipasi untuk menekan lonjakan nilai tukar dolar agar tidak semakin tinggi dan berdampak luas terhadap perekonomian nasional.

“Mudah-mudahan pemerintah pusat terus berupaya mengantisipasi lonjakan kenaikan dolar yang mungkin bisa mencapai Rp18 ribu atau bahkan Rp20 ribu,” katanya.

Bahasan menjelaskan, persoalan nilai tukar mata uang merupakan kewenangan pemerintah pusat sehingga pemerintah daerah hanya dapat menyesuaikan kebijakan yang telah ditetapkan.

Baca juga: Gaji Dolar! Lowongan Magang Kedutaan Besar Denmark di Jakarta Terbaru 2025, Cek Link dan Cara Daftar

“Kalau pemerintah daerah tetap mengikuti arahan dari pemerintah pusat. Karena yang namanya dolar ini kan nasional,” jelasnya.

BBM Jadi Faktor Penentu

Bahasan menilai dampak terbesar akan terasa apabila kenaikan dolar turut memicu kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM).

Menurutnya, kondisi tersebut berpotensi memengaruhi hampir seluruh sektor ekonomi.

“Kuncinya kalau BBM naik, semuanya akan ikut naik. Termasuk harga barang dan pasokan barang. Biasanya memang seperti itu,” ungkapnya.

Meski demikian, ia optimistis pemerintah memiliki berbagai instrumen untuk menahan gejolak harga, salah satunya melalui kebijakan subsidi.

“Saya masih yakin pemerintah bisa mengantisipasi dengan memberikan subsidi yang cukup besar untuk BBM sehingga kenaikan harga tidak terlalu melambung tinggi,” tuturnya.

Infrastruktur Ikut Terdampak

Selain sektor perdagangan dan kebutuhan pokok, Bahasan juga mengakui bahwa pembangunan infrastruktur berpotensi terdampak akibat naiknya harga material dan biaya pelaksanaan proyek.

Meski demikian, menurutnya kondisi tersebut masih dapat dikendalikan melalui komunikasi dan koordinasi dengan berbagai pihak terkait.

Halaman 1/2
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved