Sutarmidji Minta Pemkot Tak Terbitkan IMB Pembakar Lahan untuk Perumahan

Sutarmidji menginginkan agar tak ada ruang bagi siapa saja yang menginginkan pembakaran lahan

Tayang:
Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Destriadi Yunas Jumasani
Terdampak asap akibat kebakaran hutan dan lahan yang masih terjadi di jalan Sepakat 2, belasan santri Iqra Braille Centre mengungsi, Kamis 25 Februari 2021. 

"Gubernur dinilai baik mengkoordinasikan, dan mengkonsolidasikan masalah Karhutla. Ini tentunya upaya kita semua, bekerja keras kita semua dan yang harus kita tingkatkan. jadi apresiasi itu menjadikan kebanggaan bagi kita semuanya, tapi sekaligus menjadi tantangan bagi kita sekalian agar tahun 2021 ini dan selanjutnya kita bisa antisipasi menemukan solusi permanen untuk menanggulangi karhutla," ungkapnya.

Langit Biru
Pangdam XII Tanjungpura Mayjen TNI Muhammad Nur Rahmad yang ikut hadir dalam Rakor memastikan Kodam sudah meluncurkan program Langit Biru di desa mandiri yang dilaksakan sejak tahun 2020 lalu. Program ini sebagai bentuk upaya mencegah Karhutla.

"Program Langit Biru di desa mandiri berjalan dengan baik dan sudah mulai tumbuh kesadaran masyarakat khususnya dalam memelihara lingkungan dalam hal membakar pun ada beberapa perubahan, di antaranya ada kelompok-kelompok masyarakat yang mengutamakan agar tidak membakar lahan lagi. Ada yang membuka lahan dengan memakai alat berat dan lainnya," ujar Mayjen TNI Nur Rahmad.

Ia menilai, upaya yang dilakukan secara preventif, mulai dari sinergi di Kalbar sudah terlaksana sangat baik yang melibatkan dari beberapa instansi, mulai dari unsur Pemerintah, akademisi, perusahaan, LSM, tokoh masyarakat dan tokoh agama.

"Dan juga media sangat penting sebagai sarana edukasi kepada masyarakat untuk mengajak masyarakat agar tidak membakar lahan jika ingin membuka lahan," ujarnya.

Pangdam juga berharap kepada media agar bisa memberitakan informasi tentang capaian-capaian baik ditingkat provinsi maupun kabupaten/kota. Ia mengatakan, di desa mandiri, pihaknya juga sudah membentuk Satgas Karhutla dan yang memiliki konsep ramah lingkungan.

"Inilah yang menjadi tenaga pelopor kita dalam mencegah Karhutla yang dimulai dari program desa mandiri bisa berhasil," ujarnya.

Bahkan dikatakakannya, upaya dalam represif pihaknya bersama kepolisian sudah mendirikan Posko ditempat yang diduga ada titik api. Hal tersebut dikatakannya sebagai bentuk keseriusan dalam melakukan pencegahan Karhutla di Kalbar.

"Yang menetapkan betul-betul petugas dari TNI-Polri dinas kehutanan, LHK, Manggala Agni, Tagana, masyarakat pedulikan api terkumpul disitu melaksanakan tugas pencegahan sosialisasi dan represif jika terjadi titik api. Saya kira sudah baik dan akan kita terus tingkatkan," ujarnya.

Asap Tebal
Asap tebal akibat kebakaran hutan dan lahan di Jl Sepakat 2 membuat belasan santri penyandang disabilitas di Iqra Braille Centre (IBC) harus mengungsi, Kamis (25/2). Asap juga mengganggu aktivitas masyarakat di sekitar lokasi.

"Tadi ada anak-anak juga, karena asap tebal. Tidak bisa bernafas. Juga ada ibu hamil. Jadi kita harus mengungsi," tutur Pengasuh Iqro Braille Centre, Sry Wulandary.

Ia menyebut, kejadian di tahun 2018 kembali terulang. Saat itu penghuni pesantren juga terpaksa mengungsi akibat kebakaran hutan dan lahan.

"Kejadian 2018, kita mengungsi juga. Ini masih belum terlalu sih. Kalau dulu kita sampai seminggu mengungsi," ucap Sry.

Sry menyampaikan, penghuni memilih mengungsi ke rumah satu di antara pengurus IBC. Tekait asal api, Sri mengaku mulai muncul sebelum saat adzan Zuhur berkumandang. Api mulai merembet menuju bangunan pesantren. Api kemudian menjalar mendekati pesantren.

Mengantisipasi hal-hal yang tak diinginkan, pengelola pesantren memilih mengungsikan santri dan pengurus.

Halaman 3/4
Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved