Breaking News:

Prihatin Kecelakaan Kapal Feri KMP BILI, Wakil DPRD Kalbar Desak Bangun Jembatan di Sambas

Adanya kapal Feri ini, dikarenakan belum ada Jembatan penghubung sungai Sambas besar yang memang menurut rencana akan segera dibangun oleh Pemerintah

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIDHO PANJI PRADANA
Wakil Ketua DPRD Kalbar, Suriansyah. -- 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Terkait musibah yang terjadi pada kapal Feri KMP BILI di penyeberangan Perigi Piai, Penghubung Kecamatan Tebas dan Kecamatan Tekarang Kabupaten Sambas, Kalimantan Barat karam pada Sabtu 20 Februari 2021 siang.

Wakil Ketua DPRD Kalimantan Barat (Kalbar) Suriansyah mengatakan, bahwa pihaknya ikut prihatin terhadap kecelakaan tersebut.

Ia menilai, bahwa penyebrangan tersebut adalah urat nadi bagi transportasi di Kabupaten Sambas.

Adanya kapal Feri ini, dikarenakan belum ada Jembatan penghubung sungai Sambas besar yang memang menurut rencana akan segera dibangun oleh Pemerintah Pusat.

Baca juga: BREAKING NEWS - Feri Penyeberangan Kecamatan Tebas-Tekarang Karam di Sungai Sambas

"Tetapi jalur tersebut adalah urat nadi bagi masyarakat kabupaten Sambas. Sehingga apa yang terjadi sangat memprihatikan, kami mengharapkan perlu diselidiki secara teliti apa penyebab dari kecelakaan tersebut," jelas.

Menurut politisi Fraksi Partai Gerindra ini menerangkan ada beberapa penyebab terjadinya kecelakaan itu.

"Bisa saja karena kondisi feri tersebut sudah kurang baik atau karena kesalahan manusia akibat bongkar muat atau lounding kendaraan yang diangkut tentu ini menjadi perhatian bersama dan ini yang harus diperhatikan oleh pemerintah pusat bahwa pentingnya keberadaan sungai Sambas bagi masyarakat sebelah Utara Kabupaten Sambas yang dari dulu mendambakan dan menghararpkan jembatan," ungkapnya.

Atas kejadian ini, menurutnya bisa diambil hikmah oleh semua pihak.

"Mudah-mudahan dengan kejadian ini mendorong untuk segera mewujudkan jembatan Sungai Sambas besar," pungkasnya.

Ia mengungkapkan, pentingnya penyelidikan lebih teliti agar bisa terhindar dikemudian hari.

Karena di Kabupaten Sambas ada beberapa jalur yang dilalui oleh Feri, diantaranya Sungai serempit menuju kawasan wisata Temajok, kemudian di telok kalong, masih dilayani oleh Feri.

"Tentu kita tidak ingin terjadi kecelakaan di tempat lain," harapnya. (*)

Penulis: Muhammad Rokib
Editor: Try Juliansyah
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved