Sengketa Pilkada Sekadau Lanjut, Martinus Sudarno: Belum Ada Pemenang Sampai Putusan MK

"Saya minta kepada masyarakat Kabupaten Sekadau untuk bersabar menunggu proses persidangan ini sampai selesai," tambahnya.

TRIBUNPONTIANAK/RIDHO PANJI PRADANA
Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Kalbar, Martinus Sudarno saat menggelar jumpa pers bersama Kuasa Hukum Rupinus-Aloysius, Glorio Sanen, Kamis 18 Februari 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Sengketa Perselisihan Hasil Pilkada untuk Kabupaten Sekadau dengan registrasi perkara nomor 12/PHP.BUP-XIX/2021 masuk ke pokok perkara.

Wakil Ketua DPD PDI Perjuangan Kalbar, Martinus Sudarno mengatakan jika dengan ini belum ada pemenang pilkada 2020 di Bumi Lawang Kuari tersebut.

Ketua Fraksi PDI Perjuangan DPRD Provinsi Kalbar ini pun meminta seluruh masyarakat Sekadau bersabar sampai hasil MK keluar.

"Pada saat ini pasangan Rupinus-Aloysius sedang mengajukan gugatan di MK, ada berita simpang siur terkait dengan adanya PSU di Sekadau, perlu saya sampaikan jika sampai hari ini belum ada pemenang pilkada di Sekadau sampai adanya putusan di MK yang bersifat final dan mengikat," katanya saat menggelar jumpa pers, Kamis 18 Februari 2021.

Baca juga: Sengketa Pilkada di Sekadau, Berikut Penjelasan Divisi Hukum KPU Provinsi Kalbar

"Saya minta kepada masyarakat Kabupaten Sekadau untuk bersabar menunggu proses persidangan ini sampai selesai," tambahnya.

Selain itu, Sudarno juga meminta agar seluruh relawan dan tim dapat bersabar menunggu hasil di MK tersebut.

Anggota DPRD Provinsi Kalbar ini juga meminta agar seluruh elemen terutama tim, relawan hingga simpatisan Rupinus-Aloysius dapat menjaga kondusifitas.

"Kepada tim dan relawan Rupinus-Aloysius untuk tetap solid sebagai partai pendukung utama Rupinus-Aloysius saya mengajak tim pendukung, relawan tetap solid, menjaga situasi yang aman, damai di Sekadau sampai ada putusan MK karena yang dimohon PSU dibeberapa tempat," katanya.

Untik diketahui jika sebelumnya perkara dari Sekadau Kalbar sudah dilaksanakan dua kali sidang.

Sidang pertama mendengar permohonan pemohon, kemudian sidang kedua ialah mendengar jawaban dari termohon dalam hal ini KPU, kemudian Bawaslu dan pihak terkait dalam hal ini Aron-Subandrio. (*)

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved