Breaking News:

Mantan Pengurus Koperasi ASM Dilaporkan ke Polres Ketapang, Polisi Segera Undang Saksi Klarifikasi

Satu diantara anggota koperasi ASM yang ikut melapor ke Mapolres Ketapang Hamid mengatakan, akibat perbuatan terlapor sejumlah anggota yang namanya ad

TRIBUNPONTIANAK/ISTIMEWA
Satu diantara anggota koperasi ASM, Hamid yang melaporkan ketua pengurus lama koperasi ASM karena diduga membagikan dana sisa hasil kebun diluar SK Bupati. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Sejumlah anggota koperasi Agro Seriam Mandiri (ASM) yang berlokasi di Kecamatan Kendawangan, Kabupaten Ketapang, melaporkan ketua pengurus lama koperasinya ke Polres Ketapang.

Mereka melapor, karena yang bersangkutan membagikan dana Sisa Hasil Kebun (SHK) untuk tahap 19 diluar nama-nama yang ditetapkan oleh SK Bupati.

Satu diantara anggota koperasi ASM yang ikut melapor ke Mapolres Ketapang Hamid mengatakan, akibat perbuatan terlapor sejumlah anggota yang namanya ada di dalam SK Bupati merasa dirugikan.

"Seharusnya kan pada tahap 19 itu kita dapat sekitar Rp 3 jutaan. Kemaren malah hanya Rp 800 ribuan. Akhirnya, banyak warga yang tidak mau mengambil uang itu karena merasa tidak sesuai," kata Hamid saat dikonfirmasi Tribun, Kamis 11 Februari 2021.

Untuk itu, karena merasa dirugikan, ia dan sejumlah anggota lainnya melaporkan kejadian tersebut ke Mapolres Ketapang.

Harapannya, agar masalah tersebut selesai dan jika memang terbukti dana SHK tahap 19 itu dibagikan diluar nama-nama SK Bupati, yang bersangkutan dapat mempertanggungjawabkan perbuatannya.

"Selain itu harapan kami jumlah uang sisa hasil kebun tahap 19 itu bisa dibagikan sesuai angkanya. Soalnya banyak warga yang masih belum mengambil karena angkanya tidak sesuai," tandasnya.

Hal yang sama juga dikatakan Ningam, satu diantara anggota koperasi ASM yang juga mengeluhkan hal tersebut.

Menurut Ningam, ia mengeluhkan adanya pembagian dana SHK tahap 19 yang dibagikan di luar SK Bupati. Sehingga, sejumlah nama yang ada di dalam SK Bupati menjadi tidak kebagian.

Polres Ketapang Jaring 59 Orang dan 45 Unit Sepeda Motor yang Diduga Terlibat Aksi Balap Liar

"Seharusnya jumlah dana tahap 19 itu sekitar Rp 2,4 Miliar lebih. Kalau dibagikan sesuai SK sekitar 600an anggota, masing-masing mendapat sekitar Rp 3jutaan. Ini malah hanya Rp 800 ribuan," jelas Ningam.

Halaman
12
Penulis: Nur Imam Satria
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved