Breaking News:

Harga Daging Sapi Masih Normal, Farhan Akui Omzet Penjualan Belum Stabil Dampak Covid-19

Satu diantara Penjual daging sapi di Pasar Flamboyan Pontianak, Farhan (46) memilih tetap survive melewati pandemi COVID-19 selama satu tahun ini deng

Penulis: Anggita Putri | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/ANGGITA PUTRI
Penjual daging sapi di Pasar Flamboyan Jalan Gajah Mada Pontianak, Jumat 22 Januari 2021. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pandemi COVID-19 masih melanda Kalbar dari awal 2020 sampai diawal 2021 Pemerintah masih sibuk dan terus melakukan langkah untuk penanganan COVID-19.

Setahun sudah melalui masa Pandemi COVID-19 tentu banyak sektor yang terdampak mulai dari pengusaha besar bahkan sampai usaha kecil yang gulung tikar.

Satu diantara Penjual daging sapi di Pasar Flamboyan Pontianak, Farhan (46) memilih tetap survive melewati pandemi COVID-19 selama satu tahun ini dengan tetap berjualan sapi.

Farhan sendiri sudah berjualan hampir 30 tahun karena usaha turun temurun dari kakek sampai ke anak-cucunya.

Ia mengatakan diawal tahun 2021 masih tetap sama dengan kondisi diawal tahun 2020 yakni omset bisa menurun sampai 50 persen karena sedikitnya konsumen yang membeli dagangannya.

Baca juga: Harga Daging Sapi di Kalbar Masih Stabil dan Kondusif

Dikatakannya kalau di luar Kalbar penjual daging sapi banyak mengeluh dengan harga daging sapi yang naik, berbeda dengan di Kalbar harga daging sapi masih normal.

“Berbeda dengan kondisi di Luar Kalbar saat ini harga dagin sapi yang melonjak naik. Tapi di Kalbar masih kondusif dan tidak ada pengaruh. Kalau di daerah lain biasanyakan bos nya tunggal, kalau di sini masing-masing harga sesuai meja,” ujarnya kepada Tribun Pontianak, Jumat 21 Januari 2021.

Farhan mengatakan untuk diawal tahun 2021 harga daging sapi masih normal untuk daging sapi hanya Rp 130 ribu per kg. Namun untuk daging khusus steak sedikit lebih mahal yakni kisaran Rp135 ribu per Kg. Sedangkan daging lainnya grade A atau B ada yang 110 per kg.

“Di awal tahun 2021 penjualan daging sapi masih sama seperti di awal tahun 2020 pengaruh covid-19 omset juga menurun bisa sampai 50 persen,” ujarnya.

Ia mengatakan bahwa permintaan berkurang kalau perhari bisa potong Rp 1 ekor untuk dijual pribadi, tidak dalam kondisi sekarang. Ketika memotong sapi satu ekor harus dibagikan dengan penjual lain karena sedikit sekali permintaan.

Baca juga: Cara Masak Daging Sapi Supaya Empuk | Pakai Daun Pepaya, Dipukul-pukul & Beberapa Cara Lainnya

“Kalau saya potong satu ekor itu di bagi lagi tidak bisa jual sendiri kecuali ada orderan lebih seperti kalau ada pesta. Kalau hari biasa jauh sekali , seperi dua hari ini sepi sekali pembeli,” ujarnya.

Ia mengatakan biasanya permintaan besar biasanya datang kalau ada acara dan dari hotel-hotel, restoran. Namun diketahui selama pandemi di tahun 2020 banyak sekali restoran maupun hotel di Kota Pontianak yang tutup.

“Kalau konsumen rumah tangga saat pandemi juga banyak yang takut datang ke pasar mereka memilih alternatif melalui telepon baru nanti pengantaran menggunakn Go Send. Jadi untuk datang ke pasar mereka masih takut. Kalau belanja rumah tangga juga menurun hampir 50 persen bahkan lebih,” ungkapnya.

Sapi potong yang Farhan jual didatangkan langsung dari Jawa dan Madura masih dalam kondisi hidup per ekor. Dikatakannya kalau situasi dilaut ombak besar kapal tidak bisa masuk. Jadi para penjual masih ada stok sapi lama yang sudah di ternak dengan kondisi yang sudah semakin gemuk.

“Pemotongan juga kurang karena permintaan berkurang. Lalu bersaing juga dengan masuknya daging beku. Kita kalah karena harganya murah karena daging import tapi katanya harganya naik, kalau daging lokal harganya masih bisa kita pertahankan,” pungkasnya. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved