Persiapan Pembelajaran Tatap Muka 2021, Sutarmidji Prioritaskan Swab Guru dan Rapid Test Siswa
Ia mengatakan terhadap guru diprioritaskan akan dilakukan swab sedangkan murid akan dirapid test yang akan dimulai dari kelas XII.
Penulis: Anggita Putri | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Gubernur Kalimantan Barat, Sutarmidji mengatakan untuk persiapan sekolah akan dibuka kembali pada awal tahun 2021 untuk di Kalbar terhadap guru akan kembali dilakukan swab, dan murid dilakukan rapid test.
Ia mengatakan terhadap guru diprioritaskan akan dilakukan swab sedangkan murid akan dirapid test yang akan dimulai dari kelas XII untuk di SMA / SMK yang menjadi tanggung jawab provinsi.
Sedangkan untuk SD dan SMP masih menjadi tanggung jawab bupati dan walikota. Maka dari itu sebagai Satgas di kabupaten kota harus bisa menghitung jumlah itu.
Baca juga: Temukan Pengunjung Terkonfirmasi Covid 19, Satpol PP Pontianak Tutup 11 Warkop
“Sehingga harus dimulai karena waktu sekolah uji coba dibuka di September dan Oktober, saya melihat kepedulian guru masih kurang,” ujarnya, Selasa 8 Desember 2020.
Ia mencontohkan ketika kursi siswa dibagi empat baris ketika ada siswa yang tidak masuk itu dibiarkan saja. Lalu ada yang satu baris sampai 5 orang, tidak punya inisiatif untuk memindahkan diantara 5 orang ini ke kursi di baris lain yang kosong.
“Ini menujukan bahwa guru kurang sensitif untuk hal itu. Padahal sudah tau satu baris 5 orang yang satunya baris lain ada yang kosong, tapi tidak dipindah. Saya lihat sendiri pada ujicoba waktu itu yang harusnya lebih inisiatif,” jelasnya.
Ia mengatakan masih ada yang meletakan kursi meja tidak menghitung jarak bahkan ada yang tidak berjarak.
“Artinya sensitifitas guru masih kurang. Ini yang perlu disosialisasikan, kalau untuk jarak buat semaksimal mungkin. Seandainya bisa 2 meter kenapa harus 1 meter,” tegasnya.
Kemudian terkait penggunaan masker. Dikatakannya setiap hari masuk sekolah siswa harus menggunakan masker yang berbeda untuk melihat apakah diganti atau tidak maskernya.
“Jadi harus di pantau sehingga ada pembeda pada warna maskernya. Saya sudah siapkan ratusan ribu taunya masker skuba tidak boleh tapi tetap kita bagikan. Sebenarnya bisa digunakan kalau sirkulasi udaranya bagus,” ujarnya.
Baca juga: Kehadiran Vaksin di Tanah Air, Bukti Pemerintah Serius Tangani Covid-19
Ia berfikir bahwa WHO sudah menyarankan untuk penggunaan masker kain, dan masker N-95 yang dipakai Nakes tapi masih banyak juga Nakes yang terpapar COVID-19. Hal ini juga yabg harus diperhatikan guru, sedangkan kalau dari sisi parkir dan pulang sudah bagus.
“Alhamdulillah dari TNI Polri juga turun ikut mengawasi. Saya rasa untuk pendidikan kita siapkan,” ujarnya.
Lalu untuk swab guru di daerah karena daerah sudah banyak yang punya alat PCR jadi bisa lebih cepat hasilnya keluar.
“Kalau untuk di kota kita backup tidak perlu beli alat PCR lakukan saja swab sebanyak-banyaknya dan isolasi, kalau untuk Kubu Raya bileh karena daerahnya luas,” jelasnya.
Prioritas swab akan dilakukan kepada guru dan murid akan di rapid test saja. Dikatakannya perkirakan minggu terakhir bulain ini atau minggu pertama pada Januari akan dimulai swab.
Baca juga: Bawaslu Kalbar Sebut KPPS Terkonfirmasi Covid-19 Membuat TPS Jadi Rawan