Breaking News:

Bawaslu Beberkan 1.285 TPS Rawan Tersebar di Tujuh Kabupaten Pilkada Kalbar

Hal ini sesuai dengan pemetaan terhadap kerawanan tempat pemungutan suara (TPS) Pilkada 2020 oleh Bawaslu RI. 

Penulis: Ridho Panji Pradana | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ RIDHO PANJI PRADANA
Kordiv Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga Bawaslu Kalbar, Faisal Riza 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kordiv Pengawasan Bawaslu Provinsi Kalbar, Faisal Riza menerangkan jika ada sebanyak 1.285 TPS rawan di tujuh Kabupaten di Kalbar.

Hal ini sesuai dengan pemetaan terhadap kerawanan tempat pemungutan suara (TPS) Pilkada 2020 oleh Bawaslu RI. 

Hasilnya, ditemukan sejumlah 49.390 TPS memiliki kerawanan yang tersebar menjadi sembilan indikator kerawanan. 

Pemetaan kerawanan tersebut diambil dari sedikitnya 21.250 kelurahan/desa di 30 provinsi kecuali Provinsi Papua yang melaporkan kerawanan TPS di wilayahnya.

"Bawaslu merekomendasikan KPU untuk mengantisipasi kerawanan tersebut mengingat pemungutan dan penghitungan suara merupakan tahapan utama penyelenggaraan Pemilihan 2020," kata Faisal Riza, Rabu 9 Desember 2020.

Baca juga: Live Streaming Quick Count Pilkada 2020 & Link Hitung Cepat Pilkada Serentak Rabu 9 Desember 2020

"Tentu untuk yang di Kalbar menjadi atensi kita," kata Mantan Ketua KPID Kalbar ini.

Dipaparkannya, dari sebaran TPS rawan yang ada di Kalbar, jumlah TPS yang lokasinya sulit dijangkau karena geografis, bencana alam, gangguan keamanan, dan lainnya dari tujuh Kabupaten ada 176, 6 diantaranya di Bengkayang, 31 di Kapuas Hulu, 19 di Ketapang, 23 di Melawi, 51 di Sambas, 43 di Sekadau dan 3 di Sintang.

Sementara untuk jumlah lokasi TPS yang sulit dijangkau oleh pemilih penyandang disabilitas dari tujuh Kabupaten ada 68, 3 diantaranya di Bengkayang, 10 di Kapuas Hulu, 15 di Ketapang, 20 di Melawi, 3 di Sambas, 15 di Sekadau, dan 2 di Sintang.

Kemudian untuk jumlah TPS yang lokasinya tidak sesuai dengan standart protokol kesehatan di tujuh Kabupaten di Kalbar ada 28, 4 diantaranya di Kapuas Hulu, 5 di Ketapang, 16 di Melawi, 1 di Sambas dan 1 di Sekadau.

Untuk TPS yang terdapat pemilih tidak memenuhi syarat tetapi terdaftar di DPT baik seperti pemilih meninggal dunia, terdaftar ganda, tidak dikenali ataupun fiktif sebanyak 123, 6 diantaranya di Bengkayang, 22 di Kapuas Hulu, 7 di Ketapang, 22 di Melawi, 53 di Sambas, 10 di Sekadau dan 3 di Sintang.

Sementara TPS yang terdapat pemilih memenuhi syarat tetapi tidak terdaftar di DPT ada 103, 19 diantaranya di Kapuas Hulu, 54 di Ketapang, 16 di Melawi, 6 di Sambas, 4 di Sekadau dan 4 di Sintang.

Kemudian jumlah TPS yang terkendala jaringan internet sebanyak 430, 28 ada di Bengkayang, 74 di Kapuas Hulu, 63 di Ketapang, 38 di Melawi, 42 di Sambas, 178 di Sekadau dan 7 di Sintang.

Untuk TPS yang terkendala aliran listrik sebanyak 294, 7 diantaranya di Bengkayang, 47 di Kapuas Hulu, 32 di Ketapang, 36 di Melawi, 14 di Sambas, 155 di Sekadau dan 3 di Sintang.

Selain itu, TPS yang terdapat Ketua atau Anggota KPPS yang positif Covid19 di Kalbar sebanyak 6, 3 diantaranya di Kapuas Hulu, 1 di Ketapang, 1 di Melawi, dan 1 di Sintang.

Kemudian untuk KPPS yang tidak bisa log in saat uji coba menggunakan Sirekap ada sebanyak 57, 2 diantaranya di Bengkayang, 11 di Kapuas Hulu, 10 di Ketapang, 7 di Melawi, 20 di Sambas, 5 di Sekadau dan 2 di Sintang. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved