Syu’aibah Menjadi yang Terbaik di MTQ Nasional, Ponpes Nurul Huda Lahirkan 2 Dua Juara Nasional

Menurut Ismail, meskipun Syu’aibah merupakan utusan Kabupaten Sekadau, namun ia adalah santri yang sedang menimba ilmu di Pondok Pesantren Nurul Huda

Tribun Pontianak /Anggita Putri
Gubernur dan Wagub Kalbar menyambut kedatangan Kafilah Kalbar yang mewakili pada MTQ Nasional di Padang dan telah sampai di Bandara Supadio, Sabtu 21 November 2020. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, MEMPAWAH - Setelah berhasil menyabet gelar juara MTQ Nasional ke-28 di Kota Padang, Sumatera Barat, Syu’aibah kembali ke kampung halaman di Desa Sengkubang, Kecamatan Mempawah Hilir.

Kepulangan Syu’aibah diantar langsung oleh Ketua LPTQ Kalbar, Brigjen Pol (Purn) Andi Musa dan Ketua LPTQ Kabupaten Mempawah, Ismail, Sabtu 5 Desember 2020 malam.

Menurut Ismail, meskipun Syu’aibah merupakan utusan Kabupaten Sekadau, namun ia adalah santri yang sedang menimba ilmu di Pondok Pesantren Nurul Huda Sengkubang.

"Syu’aibah berhasil tampil sebagai juara cabang tahfiz golongan 20 juz putri MTQ ke-28 tingkat nasional di Sumatera Barat ini, merupakan santri didikan Tahfizul Qur’an Pondok Pesantren Nurul Huda. Prestasi Syu’aibah sangat luar biasa. Baru pertama kali tampil di ajang MTQ nasional, langsung bisa meraih prestasi juara pertama," ujar Ketua LPTQ Kabupaten Mempawah, Ismail.

Ismail yang juga merupakan Sekda Kabupaten Mempawah mengatakan, pemerintah daerah dan LPTQ Kabupaten Mempawah memberikan apresiasi kepada Syu’aibah yang telah membuktikan diri mampu meraih prestasi dan mengharumkan nama daerah serta masyarakat Kabupaten Mempawah khususnya dan Kalbar umumnya.

Baca juga: Akhirnya, Rapat Anggota Komisariat ke-II HMI Komisariat Syariah Cabang Mempawah Resmi Dibuka

"Semua keberhasilan ini tak lepas dari keikhlasan, ketekunan dan kerja keras Syu’aibah dalam mempelajari Alquran. Kami juga memberikan apresiasi kepada Ponpes Nurul Huda yang telah berhasil melahirkan prestasi di tingkat nasional," katanya.

Tak hanya Syu’aibah, sebelumnya juga ada Rohidah yang merupakan santri Ponpes Nurul Huda berhasil meriah juara pertama di ajang STQ tahun 2019.

"Ada dua juara nasional yang dilahirkan Ponpes Nurul Huda dalam kurun waktu dua tahun ini. Maka, pencapaian Ponpes Nurul Huda sangat luar biasa dan patut kita berikan perhatian serius," lanjutnya.

Keberhasilan itu tak lepas dari buah didikan Ustaz Nawawi beserta jajarannya yang menerapkan pola yang tepat dalam mencetak santri-santri penghafal Alquran di Ponpes Nurul Huda.

"Kedepan, kita berharap Ponpes Nurul Huda terus meningkatkan pembinaan untuk mencetak dan melahirkan generasi-generasi Alquran yang kelak akan mengikuti jejak Syu’aibah dan Rohidah yang telah mengharumkan nama daerah dan masyarakat Kabupaten Mempawah," tuturnya.

Ismail menjelaskan Syu'aibah mewakili Sekadau karena saat seleksi LPTQ, Syu’aibah berada di peringkat II di bawah rekannya, Norma. LPTQ Mempawah tidak berkeberatan dan memberikan kesempatan kepada peringkat II dan III untuk ikut serta mewakili kabupaten lain yang membutuhkan.

"Kebijakan ini kita setujui agar anak-anak kita dapat tampil, dan kalaupun mereka berhasil, tetap membawa nama baik Kalimantan Barat sebagai provinsi kita bersama. Andaikan saja Syu’aibah tak diberikan kesempatan mewakili Sekadau, tentu tidak akan pernah ada Juara Terbaik I dari Provinsi Kalbar pada MTQ ke-28 di Sumatera Barat," pungkasnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved