Bank Indonesia Kalbar Angkat Tenun Sambas hingga ke Nasional
KKI seri 3 bulan November 2020, tenun sambas menjadi highlight KKI Nasional dan diberikan apresiasi langsung oleh Ketua Dekranasda Nasional
Penulis: Nina Soraya | Editor: Nina Soraya
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Bank Indonesia Kalbar Agus Chusaini mengatakan BI Kalbar secara konsisten akan mendukung upaya peningkatan perekonomian Kalimantan Barat.
Di antara bentuk dukungan tersebut adalah melalui pengembangan UMKM.
Baca juga: BI Optimistis 2021 Perekonomian Pulih, Ekonomi Kalbar Tahun Depan Diprediksi Capai 2,5%
Menurutnya pengembangan UMKM oleh KPwBI Provinsi Kalimantan Barat dilakukan dengan mempertimbangkan tiga aspek yakni mendukung pengendalian inflasi, mendorong potensi ekspor, dan mencari substitusi impor.
“Hingga 2020 BI Kalbar telah memiliki lebih dari 300 UMKM binaan. Di antaranya adalah UMKM Tenun Sambas yang sudah cukup terdengar kiprahnya di tingkat nasional,” ungkap Agus saat menyampaikan Outlook Perekonomian Kalbar dalam Pertemuan Tahunan BI 2020, Kamis 3 Desember 2020.
Baca juga: Jokowi Imbau Pertumbuhan Positif Ekonomi Harus Dijaga, Dengan Disiplin Protokol Covid-19
Dia menuturkan BI Kalbar terus mendukung pengembangan komoditas unggulan Kalbar, salah satunya yaitu kain lunggi sambas. Pada Karya Kreatif Indonesia (KKI) seri 3 bulan November 2020, tenun sambas menjadi highlight KKI Nasional dan diberikan apresiasi langsung oleh Ketua Dekranasda Nasional Hj. Wury Ma’ruf Amin.
“Pada kesempatan yang sama pula telah dilaksanakan fashion show virtual berbasis tenun sambas, bekerjasama dengan desainer nasional (Tuty Adib),” ujarnya.
Baca juga: Bank Indonesia Optimis Pemulihan Ekonomi Nasional Terwujud, Beberkan 1 Prasyarat dan 5 Strategi
Dalam kesempatan tersebut, ia memaparkan guna mendorong digitalisasi ekonomi juga terus diperkuat, khususnya kepada UMKM untuk membantu UMKM di Kalimantan Barat memperluas jangkauan pemasarannya.
“BI Kalbar telah mengadakan Kickoff Program Pemasangan 1000 QRIS UMKM di Kubu Raya pada 24 November 2020 sebagai langkah awal digitalisasi ekonomi," urainya.
Baca juga: Kemenag Mempawah Sikapi Penyelenggaraan Pembelajaran 2020/2021 di Masa Pandemi Covid-19
Selanjutnya pemasangan 1.000 QRIS akan bekerja sama dengan Dinas Koperasi Usaha Mikro Perdagangan dan Perindustrian dan PJSP yakni BRI, Mandiri, BNI, BCA, LinkAja dan ShopeePay.
Melihat besarnya pangsa UMKM dalam perekonomian, lanjut Agus, upaya digitalisasi UMKM ini secara konsisten akan BI lebarkan jangkauannya ke daerah lain agar UMKM Kalimantan Barat dapat menjadi penopang perekonomian Kalimantan Barat.
Baca juga: GUSUR PUBG Mobile - Genshin Impact Raup Pendapatan Rp 5,5 Triliun Hanya Dalam Dua Bulan
Gubernur Kalbar, Sutarmidji yang turut menghadiri Pertemuan Tahunan Bank Indonesia atau PTBI 2020, Kamis 3 Desember 2020, sangat mengapresiasi upaya Bank Indonesia dalam memajukan UMKM di Kalbar.
"Saya lihat BI sangat aktif dan berhasil memajukan UMKM di sini lewat programnya. Satu di antaranya dengan ikut mengangkat Kain Tenun ke nasional. Lewat kreasi kain tenun Sambas yang dulunya hanya menjadi kain saja sekarang sudah jadi fashion untuk pakaian dan lainnya," ungkap Sutarmidji.