Breaking News:

Hadir di Kalbar, Gentala Institute Siap Dampingi Investor yang Masuk dan Rekrut Generasi Muda

Fathan Asaduddin Sembiring, menilai bahwa Kalbar memiliki banyak potensi yang bisa ditingkatkan

Penulis: Muhammad Rokib
Editor: Jamadin
TRIBUN PONTIANAK/ ISTIMEWA
Foto bersama usai diskusi Gentala Institute bersama Laskar Satuan Keluarga Madura (LSKM) Kalbar di Cafe Upnormal, Jalan Gajah Mada 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK -  Hadir di Kalimantan Barat (Kalbar), Gendala Institute akan membantu mendampingi jika ada investor dari Cina yang masuk ke Kalbar.

Direktur Hubungan Pemerintah dan Masyarakat Gentala Institute, Fathan Asaduddin Sembiring menyampaikan bahwa pihaknya hadir di Kalbar sebagai lembaga yang bergerak pada konsultasi bisnis dan manajemen yang menjembatani investor antar negara tekhusus Indonesia dan Cina.

Dipilihnya Kalbar sebagai tujuan pada program kerjanya itu, lantaran Kalbar merupakan wilayah yang strategis untuk menjadi pusat perekonomian.

"Kita melihat bahwa banyak daerah atau wilayah di Indonesia yang masih memiliki potensi yang belum tergarap secara maksimal," terang Fathan Asaduddin Sembiring, usai berdiskusi bersama Laskar Satuan Keluarga Madura (LSKM) Kalbar di Cafe Upnormal, Jalan Gajah Mada belum lama ini.

"Kami coba datang ke beberapa daerah, salah satunya pada kesempatan kali ini adalah provinsi Kalimantan Barat untuk melihat bagaimana dinamika dan investasi yang baik itu yang existing maupun potensi yang masih bisa kita tingkatkan secara maksimal," tambah Fathan Asaduddin Sembiring.

Fathan Asaduddin Sembiring, menilai bahwa Kalbar memiliki banyak potensi yang bisa ditingkatkan, mulai dari wisata hingga kekayaan alam lainnya.

Kalbar merupakan wilayah yang memiliki jarak lebih dekat dengan negara lain seperti dicontohkannya jarak antar negara, jika dari Kalbar ke Singapura hanya 220 kilometer saja.

Sedangkan dari Jakarta dikatakannya bisa mencapai kurang lebih 900 kilometer melalui jalur laut.

Hal itu menunjukkan bahwa akan lebih mudah dalam beroperasi dan merupakan potensial bagi Kalbar.

Baca juga: KAMALA Harris Joe Biden Pemenang Pilpres Amerika, Belum Diakui China | Benarkah Donald Trump Cerai ?

Terlebih dari itu semua, jika investor dari Cina sudah masuk ke Indonesia Kalbar pada khususnya, tentu SDM khususnya anak muda harus ikut serta dalam pengoptimalan investasi itu dan tentu harus memang benar memahami bahasa asing atau Mandarin.

Dengan itu pihaknya siap untuk menjembatani generasi muda melanjutkan studi di Cina.

"Satu di antaranya dengan menyekolahkan pemuda pemudinya bisa ke Cina, minimal untuk belajar bahasa Mandarin dalam contoh teknik selama setahun, itu kami pikir sudah sangat cukup baik,"

Dan kembali lagi ke Kalimantan Barat dengan komitmen yang jelas dengan niatan yang jelas dengan seleksi yang tepat ketika ada investasi masuk ke Kalbar pemuda bisa mengambil peran," jelasnya.

Terlebih dari itu, tentu diharapkannya agar ada dukungan dan kerjasama dari semua pihak, baik Pemerintah dan perusahaan, baik swasta maupun lainnya untuk membantu meningkatkan Sumber Daya Manusia asal Kalbar agar terus meningkat. 

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved