Breaking News:

Ketua FKPT Kalbar Sebut Radikalisme Adalah Akar Mendasar Munculnya Terorisme

Dengan itu, ia menjelaskan pentingnya untuk mengantisipasi bahayanya radikalisme. Hingga ia pun menyampaikan beberapa upaya yang telah dilakukan.

TRIBUNPONTIANAK/Muhammad Rokib
Foto bersama usai dialog Publik tentang gerakan Radikalisme di tengah arus pandemi covid-19. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ketua Forum Koordinasi Pencegahan Terorisme (FKPT) Provinsi Kalimantan Barat, Dr. H. Wajidi Sayadi, M.Ag menyampaikan bahwa bahayanya paham radikalisme yang menjadi akar munculnya terorisme.

Dengan itu, ia menjelaskan pentingnya untuk mengantisipasi bahayanya radikalisme. Hingga ia pun menyampaikan beberapa upaya yang telah dilakukan.

"Jadi termonologi radikalisme yang kami gunakan dalam konteks FKPT adalah radikalisme yang mengarah kepada terorisme, karena salah satu akar mendasar fundamental dan munculnya terorisme adalah dari radikalisme," ujarnya usai menjadi narasumber pada dialog Publik tentang gerakan Radikalisme di tengah arus pandemi covid-19 yang digelar oleh PC PMII Kota Pontianak, Selasa 3 November 2020.

"Bukan radikalisme yang sangat multi tafsir sangat luas bisa menggiring kelompok siapapun," tambahnya.

Lebih lanjut dijelaskannya, bahwa pihaknya juga melakukan beberapa upaya dalam menangkal paham radikal di wilayah Kalbar.

Salah satu disebutkannya adalah melalui penelitian. Ia juga memaparkan bahwa FKPT Kalbar memang memiliki beberapa bidang khusus dalam pencegahan terorisme

Sedikitnya disebutkan dia ada lima bidang di FKPT Kalbar, diantaranya pertama bidang agama budaya dan sosial. Kedua, bidang Pendidikan dan pemuda. Ketiga, bidang Pemberdayaan perempuan. Keempat bidang Media dan hukum. Dan Kelima, bidang Penelitian.

"Dan Penelitian yang dilakukan menyasar ke beberapa daerah provinsi, termasuk dilakukan diperbatasan. Setelah dilakuakan penitian hasilnya belum ada satu titik yang betul-betul mengarah bahwa ada semacam terorisme di Kalbar," jelasnya.

Baca juga: Tangkal Radikalisme Ditengah Arus Pandemi, PC PMII Kota Pontianak Gelar Dialog Publik

Kendati demikian, dikatakannya bahwa ada bagian-bagian untuk tetap diantisipasi bahwa potensi radikalisme itu tetap ada.

"Sebagaimana yang kita jelaskan bahwa gerakan radikal ini ada kelompok tertentu mulai dari kelompok inti, militan pendukung, simpatisan dan masyarakat umum," lanjutnya.

Halaman
12
Penulis: Muhammad Rokib
Editor: Rivaldi Ade Musliadi
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved