Breaking News:

KORBAN TEWAS Setelah Suntikan Vaksin Flu di Korsel Jadi 48 Orang, Singapura Umumkan Stop Vaksinasi

Singapura mengambil langkah cepat dengan memutuskan untuk menghentikan sementara penggunaan dua vaksin influenza.

KOLASE/Istimewa
ILUSTRASI VAKSIN. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGAPURA - Singapura mengambil langkah cepat dengan memutuskan untuk menghentikan sementara penggunaan dua vaksin influenza.

Melansir Reuters, ini merupakan tindakan pencegahan setelah puluhan orang yang mendapatkan vaksin di Korea Selatan meninggal dunia.

Hal ini menjadikan Singapura sebagai salah satu negara pertama yang secara terbuka mengumumkan penghentian penggunaan vaksin tersebut.

Reuters memberitakan, Korea Selatan melaporkan bahwa 48 orang telah meninggal dunia pada Sabtu setelah mendapatkan suntikan flu.

Baca juga: WHO Pastikan 184 Negara Bergabung Dalam Program Vaksin Covid-19

Baca juga: Pemerintah Bakal Berikan Vaksin Covid-19 Gratis

Baca juga: Gubernur Kalbar Sutarmidji Menunggu Petunjuk Pusat Realisasi Vaksin Covid-19

Kendati demikian, pemerintah Korsel tetap akan melanjutkan program vaksinasi yang dikelola pemerintah karena mereka tidak menemukan hubungan langsung antara kematian dan suntikan vaksin.

"Tidak ada kematian yang terkait dengan vaksinasi influenza yang dilaporkan di Singapura hingga saat ini, tetapi keputusan untuk menghentikan penggunaan SKYCellflu Quadrivalent dan VaxigripTetra adalah tindakan pencegahan," kata kementerian kesehatan dan Otoritas Ilmu Kesehatan (HAS) Singapura dalam sebuah pernyataan pada Minggu malam.

HSA sudah menghubungi otoritas Korea Selatan untuk informasi lebih lanjut saat mereka menyelidiki apakah kematian terkait dengan vaksinasi influenza.

SKYCellflu Quadrivalent diproduksi oleh SK Bioscience Korea Selatan dan didistribusikan secara lokal oleh AJ Biologics.

Sedangkan, VaxigripTetra diproduksi oleh Sanofi dan didistribusikan secara lokal oleh Sanofi Aventis.

"Dua vaksin influenza lain yang telah dibawa ke Singapura untuk musim influenza Belahan Bumi Utara 2020/21 dapat terus digunakan," kata otoritas kesehatan Singapura.

Halaman
123
Editor: Haryanto
Sumber: Kontan
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved