Breaking News:

Diskes Umumkan 19 Kasus Baru Covid-19, Sutarmidji Ingatkan Masyarakat Tak Keluar Kalbar

Ibu ini memang sudah beberapa hari ini dirawat di RSUD Soedarso. Sedangkan 4 kasus lainnya merupakan klaster baru,

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ FILE
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat, dr. H. Harisson 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Ibu dari pasien Covid-19 yang meninggal di Pontianak pada 14 September 2020, juga dinyatakan positif Covid-19.

Perempuan tersebut sudah beberapa hari dirawat di RSUD dr Soedarso, namun baru dipastikan positif Covid-19 pada Selasa (15/9/2020).

Kepala Dinas Kesehatan Kalbar dr Harisson mengatakan ada 19 tambahan kasus Covid-19 berdasarkan pemeriksaan Laboratorium RS Untan dan TCM Sintang. Sementara total sampel yang diperiksa sebanyak 578 dari berbagai daerah di Kalbar.

Adapun 19 kasus konfirmasi ini tersebar di Kota Pontianak 5 orang, Kabupaten Sintang 6 orang, Kabupaten Kubu Raya 4 orang, Kabupaten Sambas 1 orang, Kabupaten Bengkayang 1 orang dan luar wilayah ada 2 orang.

"Untuk tambahan 6 kasus di Sintang merupakan kelanjutan dari klaster Seminari Teluk Menyurai Kabupaten Sintang. Jadi enam orang ini adalah siswanya dan saat ini diisolasi juga di RS Ade M Djoen Sintang," ujar Harisson kepada awak media saat konferensi pers, Rabu (16/9).

Sedangkan untuk tambahan kasus di Kota Pontianak ada lima orang, satu di antaranya ibu dari pasien yang meninggal dunia di RSUD dr Soedarso pada 14 September 2020.

"Ibu ini memang sudah beberapa hari ini dirawat di RSUD Soedarso. Sedangkan 4 kasus lainnya merupakan klaster baru," ujar Harisson.

Total 7 Kasus Covid-19 Meninggal di Kalbar, Harisson : Jangan Remehkan Karena Menyangkut Nyawa Orang

Harisson juga mengungkapkan adanya klaster baru dari yayasan di Jl Sungai Raya Dalam, Kubu Raya, yang terdiri dari empat pasien. Rinciannya 1 orang dari Kota Pontianak, 2 orang dari Kubu Raya, dan 1 orang dari luar wilayah.

Harisson mengatakan, keterjangkitan virus pada klaster baru ini terjadi bisa karena transmisi lokal, bisa juga dari luar Kalbar. Sebab satu di antara ketuanya punya riwayat melakukan perjalanan ke Aceh.

"Kemungkinan dapat dari sana kemudian menyebarkan ke warga di klaster ini," ujarnya.

Halaman
1234
Editor: Jamadin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved