Sutarmidji Berlakukan Tes Swab Penumpang Pesawat Tujuan Pontianak Meski Kemenkes Hapus Rapid Test

Selain dites swab, penumpang pesawat yang datang melalui Bandra Supadio juga tidak boleh keluar rumah sampai hasil swab keluar.

Penulis: Anggita Putri | Editor: Nasaruddin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ ANGGITA PUTRI
Gubernur Sutarmidji 

Ia mengatakan pusat hanya bisa marah kalau keterjangkitan di daerah tinggi padahal dengan memberlakukan 10 hari dinyatakan sembuh lebih bahaya.

“Minimal dengan rapid test kita tahu imun seseorang yang bisa digunakan untuk melawan virus. Jadi ketika di rapid test kita tahu imun orang," katanya.

"Jangan takut untuk melakukan swab, lebih bagus cepat diketahui tidak fatal dan kita bisa membuat kesembuhan lebih cepat ,” pungkasnya.

https://dashboard.prakerja.go.id/masuk LOGIN untuk Cek Pengumuman Lolos Prakerja Gelombang 7

Berdasarkan data Dinas Kesehatan Kalbar, ada 723 kasus konfirmasi Covid-19 di Kalbar hingga 10 September 2020 pukul 07.00 WIB.

Dari jumlah itu, 621 dinyatakan sembuh. Sementara 96 menjalani isolasi. 

Ada enam orang di Kalbar yang meninggal dunia.

Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Kalbar, Harisson, Rabu (9/9/2020) menyampaikan bahwa ada tambahan 12 kasus konfirmasi dan 2 kasus dinyatakan sembuh di Kalbar. 

Ia mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan Laboratorium Untan pada 9 September 2020 ada 12 Konfirmasi Baru tersebar di Kota Pontianak 5 orang, Kabupaten Mempawah 4 orang, Kota Singkawang 3 orang .

“Selain itu ada kasus Konfirmasi Sembuh sebanyak 2 orang yakni di Kota Pontianak 1 orang , Kota Singkawang 1 orang ,” ujarnya, Rabu (9/9/2020).

Sebelumnya Untan telah memeriksa sebanyak 466 orang dengan Hasil Positif 12 orang, hasil Negatif 435 orang, Running Ulang 17 orang.

Jadi sampai saat ini Total Kasus Konfirmasi di Kalbar mencapai 723 orang dan Kasus yang telah Sembuh 621 orang dengan tingkat kesembuhan 85,89 persen, serta 6 orang meninggal dunia.

Ia mengatakan untuk 5 kasus konfirmasi Covid-19 yang berasal dari Kota Pontianak . Adapun satu kasus hasil dari razia Diskes Provinsi terhadap warga yang tidak menggunakan masker di Tugu Digulis Untan.

“Sedangkan 4 orang lainnya merupakan satu keluarga yang masih berhubungan dengan kasus konfirmasi sebelumnya. Jadi 4 orang ini suami, istri, dan anaknya kasus konfirmasi Covid-19 dari satu kluster,” jelasnya.

Sedangkan untuk kasus konfirmasi di Mempawah ada 4 orang adalah petugas kesehatan di Sungai Pinyuh. Dimana 4 petugas kesehatan ini pernah kontak dengan pasien dari STT yang dirujuk ke RSUD Soedarso yang telah meninggal dunia beberapa waktu lalu.

“Kalau kasus di Singkawang merupakan sekretaris Wako Singkawang, dua orang pasien dari RS Abdul Azis Singkawang dari Kluster keluarga yang sebelumnya sudah ada kasus konfirmasi dan dilakukan tracing ternyata dua orang ini merupakan satu kluster keluarga dari kasus sebelumnya,” pungkasnya. (*)

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved