Breaking News:

Berawal Dari Temet, Owner Temet Kak Mey Ingin Kenalkan Kuliner Asli Kapuas Hulu

Mendapat banyak penghargaan tidak membuat Mey lantas berpuas diri, dalam Triponcast (Tribun Pontianak Official Podcast) edisi Bebincang UMKM, Mey meng

Penulis: Rizki Fadriani | Editor: Rivaldi Ade Musliadi
TRIBUNPONTIANAK/RIZKI FADRIANI
Owner Temet Kak Mey, yakni Syf. Meyriza Azzaniah saat mengisi Triponcast edisi Bebincang UMKM, Kamis (3/9/2020). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Owner Temet Kak Mey, yakni Syf. Meyriza Azzaniah miliki cita-cita ingin kenalkan dan kembangkan kuliner Kapuas Hulu yang lezat namun tak banyak diketahui orang, Kamis (3/9/2020).

Mendapat banyak penghargaan tidak membuat Mey lantas berpuas diri, dalam Triponcast (Tribun Pontianak Official Podcast) edisi Bebincang UMKM, Mey mengisahkan jika ia ingin memiliki toko yang menjual beragam kuliner Kapuas Hulu sehingga dapat menambah daftar oleh-oleh khas Kalimantan Barat.

Ia mengakui jika sangat menyukai kuliner dari kabupaten penghasil ikan Arwana ini.

Begini Strategi Bisnis dan Branding Ala 1O1 Coffe House

"Saya ingin memiliki store yang menyajikan Temet dan makanan khas Kapuas Hulu terutama. Meskipun saya seorang pendatang, saya sangat takjub dengan makanannya. Karena pertama datang ke Kapuas hulu, saya menjumpai banyak makanan yang tidak pernah saya lihat sebelumnya dan rasanya sangat lezat,” katanya.

“Seperti telur ikan biawan, Jukut (ikan yang di fermentasi kan atau pekasam ikan) dan masih banyak lagi. Tapi sayangnya masih banyak orang yang tidak tau makanan lezat seperti ini,” jelasnya.

Cita-cita saya ingin membuka store dan menambah lagi daftar oleh-oleh khas Kalbar, dengan memperkenalkan makanan khas Kapuas Hulu yang sangat enak ini," ungkap Mey menjelaskan impiannya.

Komunitas UMKM Borneo Istimewa Bantu Sesama Pelaku Usaha Pasarkan Produk

Sebagai seorang entrepreneur, ia berpesan kepada Tribuners untuk jangan ragu memulai usaha meskipun kecil, karena dari usaha kecil, bisa menanjak menjadi lebih besar, jangan ragu untuk mendengar kritik dan saran yang pedas.

Namun dinikmati saja sebagai masukan dan dijadikan bahan introspeksi diri dan produk. Selain itu, pesannya ialah tetap menjadi orang yang friendly, sabar, jangan pernah menyerah, dan jangan lupa ibadah serta bersedekah.

"Teruslah melesat tanpa menyingkirkan orang lain," tutupnya di akhir Podcast. (*)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved