Breaking News:

HUT RI

Live Streaming KompasTV Upacara Peringatan Detik-detik Proklamasi di Istana Merdeka Jakarta

Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi Kemerdekaan Republik Indonesia tahun ini hanya akan dihadiri oleh undangan terbatas yang terlibat dalam rang

Editor: Nasaruddin
(AFP/ADEK BERRY)
Pasukan Pengibar Bendera Pusaka (Paskibraka) membentangkan bendera saat Upacara Peringatan Detik-Detik Proklamasi 1945 di Istana Merdeka, Jakarta, Sabtu (17/8/2019). 

Hal tersebut berlanjut pada penculikan Soekarno dan Mohammad Hatta oleh sekelompok pemuda.

Soekarno-Hatta diculik pada 16 Agustus 1945 dan dibawa ke Rengasdengklok, sebuah kota kecil dekat Karawang.

Dalam penculikan itu, Soekarno didesak para pemuda. Namun, Soekarno tetap berpegang teguh untuk melaksanakan rencana proklamasi pada 17 Agustus 1945.

Menurut Soekarno, angka 17 adalah angka yang suci. Saat itu, Agustus merupakan bulan suci Ramadhan.

Selain itu, 17 Agustus 1945 bertepatan dengan hari Jumat yang dipercaya sebagai hari suci.

Sementara itu, di Jakarta, Achmad Soebardjo dari golongan tua dan Wikana dari golongan muda membicarakan kemerdekaan Indonesia harus dilaksanakan di Jakarta.

Akhirnya, mereka bersepakat Soekarno dan Hatta dijemput untuk kembali ke Jakarta, dengan jaminan proklamasi kemerdekaan akan diumumkan pada 17 Agustus 1945.

Rombongan Soekarno dan Hatta tiba di Jakarta pada pukul 23.00 WIB, 16 Agustus 1945.

Perumusan teks proklamasi dilakukan di ruang makan kediaman Laksamana Muda Maeda Tadashi.

Teks dirumuskan bersama oleh Soekarno, Hatta, dan Achmad Soebardjo.

Kalimat pertama proklamasi merupakan saran dari Achmad Soebardjo.

Sedangkan kalimat terakhir disempurnakan oleh Mohammad Hatta.

Bagi Hatta, kalimat pertama merupakan pernyataan dari kemauan bangsa Indonesia dalam menentukan nasibnya.

Pada 17 Agustus 1945 pukul 04.00 WIB, Soekarno membuka pertemuan dini hari dan naskah proklamasi kemudian diketik oleh Sajuti Melik.

Setelah jadi, Soekarno dan Hatta langsung menandatangani teks tersebut.

Pada pukul 05.00 WIB, para pemimpin bangsa dan tokoh pemuda keluar dari rumah Laksamana Maeda.

Mereka telah sepakat untuk memproklamasikan kemerdekaan bangsa Indonesia di rumah Soekarno, Jalan Pegangsaan Timur No 56 Jakarta pada pukul 10.00 WIB (atau Waktu Jawa menurut versi lain).

Mohammad Hatta berpesan kepada para pemuda yang bekerja sebagai pekerja pers dan di kantor berita untuk memperbanyak naskah proklamasi dan menyebarkannya ke seluruh dunia.

Bendera yang dijahit dengan tangan Fatmawati Soekarno sudah disiapkan.

Bentuk dan ukuran bendera itu tidak standar karena kainnya berukuran tidak sempurna.

Sementara itu, rakyat yang telah mengetahui akan dilaksanakan Proklamasi Kemerdekaan telah berkumpul.

Tepat pukul 10.00 WIB Soekarno dan Hatta atas nama bangsa Indonesia membacakan Proklamasi Kemerdekaan RI.

Dalam perjalanan waktu, ada pembahasan soal waktu pembacaan proklamasi.

Mengutip Harian Kompas, 15 Agustus 1977, pada saat proklamasi kemerdekaan, Indonesia masih menggunakan Waktu Jawa, Waktu Sumatera Utara, Waktu Indonesia Timur, dan sebagainya.

Saat itu, pukul 10.00 pagi yang dimaksud adalah Waktu Jawa.

Indonesia baru menggunakan Waktu Indonesia Barat (WIB) sejak 1 Januari 1971.

Sehingga, ada dugaan detik-detik proklamasi bergeser 30 menit atau sekitar 09.30 WIB.

Kemudian, pada 31 Oktober 1981, diadakan ekspose detik-detik proklamasi 17 Agustus 1945 di Ruang Data Museum Pusat ABRI Satriamandala, Jakarta.

Di sana, Badan Meteorologi dan Geofisika (BMG) membantu menetapkan secara ilmiah kapan tepatnya proklamasi dilakukan.

Diberitakan Harian Kompas, 15 Mei 1983, berbagai pihak ikut serta mulai dari ABRI, anggota pusjarah, wakil dari Sekretariat Negara, dan para saksi utama proklamasi.

BMG memperhitungkan waktu proklamasi dengan bayangan matahari yang terdapat pada foto pengibaran Sang Saka Merah Putih.

Dari eksperimen yang dilakukan BMG tersebut, disimpulkan bahwa foto pengibaran bendera 17 Agustus 1945 dibuat antara pukul 09.53 hingga 10.10 WIB.

Jadi, diperkirakan pada 10.10 WIB bendera sudah sampai di puncak.

Berdasarkan kesimpulan BMG tersebut, perayaan detik-detik proklamasi pada 17 Agustus pada 1982 tidak berubah dari tahun-tahun sebelumnya, yaitu pukul 10.03 WIB.

Detik-detik proklamasi adalah saat pembacaan naskah proklamasi yang asli.

Sebelumnya didahului oleh bunyi sirine dan dentuman meriam 17 kali.

Sebagian artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul "Hari Ini dalam Sejarah: Mengenang Detik-detik Proklamasi 17 Agustus 1945"
Penulis : Nur Fitriatus Shalihah
Editor : Inggried Dwi Wedhaswary

Sumber: Kompas.com
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved