Potret Kekompakan Bhabinkamtibmas dan Babinsa Kelam Permai Sintang Saat Bertugas
Serda Suryadi, minta pertolongan pertama kepada Ricky agar meniup butiran debu yang menelusup masuk ke retina matanya.
Penulis: Agus Pujianto | Editor: Zulkifli
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID,SINTANG - Potret harmonisasi TNI-Polri di Kabupaten Sintang, Kalbar, tercermin oleh kedua sosok Brigadir Ricky Hisar Saragih dan Serda Suryadi.
Meski beda warna seragam, keduanya saling menunjukan kepedulian satu dengan lainnya.
Seperti yang terlihat dalam potret Bhabinkamtibmas Polsek Kelam Permai dan Babinsa Koramil Kelam Permai tersebut.
Brigadir Ricky Hisar Saragih dengan sigap memberikan pertolongan kepada Serda Suryadi yang mengalami kemalangan karena kelopak matanya kemasukan debu jalanan.
Serda Suryadi, minta pertolongan pertama kepada Ricky agar meniup butiran debu yang menelusup masuk ke retina matanya.
Baik Suryadi dan Ricky, keduanya bertugas bersama menghadiri kegiatan bina wilayah penguatan kemitraan percepatan penurunan AKI (Angka Kematian Ibu), AKB ( Angka Kematian Bayi) dan Stunting di wilayah di Dusun Ujung Kulan, Desa Mandiri Jaya Kecamatan Kelam Permai.
Kedua petugas tersebut, sebelumnya sempat saling dorong-mendorong kendaraan agar dapat sampai ke tempat acara.
• Catatan Operasi Patuh Kapuas 2020 Polres Sintang 2 Orang Meninggal, 1 Luka Berat dan 540 Pelanggaran
Jalan buruk akibat cuaca hujan beberapa pekan terakhir berakibat lumpur yang dalam dan genangan air di beberapa ruas jalan.
Bahkan keduanya bersama-sama membantu menyeberangkan kendaraan warga yang kesulitan melewati bilah papan jembatan.
“Selama kita sering tugas bersama, baik itu kalau ada giat di kecamatan atau ke kampung-kampung.
Saya merasa senang saat bertugas bersama pak Babinsa.
Sebagai rekan seperjuangan dalam membina masyarakat, kami sering mengalami kendala seperti jalan rusak, ya kita atasi bersama,” ujar Brigadir Ricky.
Menurutnya, kehadiran satu sama lain saling menguatkan saat bertemu masyarakat.
Pada saat mengalami perbedaan sebagai efek dari perbedaan budaya institusi, Brigadir Ricky menyebutkan dirinya belajar untuk berfokus pada penyamaan persepsi agar dapat tetap berjalan beriringan.
“Sebagai pembina masyarakat saya rasa pekerjaan kami saling mengisilah satu sama lain, tidak ada tumpang tindih masalah pekerjaan.