Breaking News:

Dinas Perdagangan Pontianak Terapkan Pembelian H-1 Tabung Gas LPG 3 Kilo dengan Nomor Antrean

Pangkalan hanya menerbitkan nomor antrean pembelian H-1 sebelum elpiji subsidi tiba di pangkalan.

TRIBUN PONTIANAK/DESTRIADI YUNAS JUMASANI
Warga berjubel mengantre untuk membeli satu tabung LPG 3 kilogram dalam operasi pasar LPG 3 Kg di Pasar Kemuning, Jalan M Yamin, Pontianak, Kalimantan Barat, Senin (27/7/2020) siang. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Dinas Koperasi Usaha Mikro dan Perdagangan (Diskumdag) Kota Pontianak, Haryadi S Wibowo mengatakan, pihaknya bekerjasama dengan Pertamina wilayah Kalbar dan Kesultanan Pontianak melaksanakan operasi pasar elpiji 3 kilo dalam memudahkan masyarakat untuk mendapatkan elpiji subsidi yang dalam beberapa hari ini terjadi antrean di pangkalan-pangkalan.

"Hingga saat ini atau di hari kedelapan melakukan operasi atau di sebanyak 25 titik yakni masing-masing titik operasi menjual 560 tabung," ujarnya saat memantau operasi pasar elpiji 3 kilo di Kediaman Sultan Pontianak, Jalan Kampung Luar Darat Keraton Kecamatan Pontianak Timur, Sabtu (1/8/2020).

"Alhamdulillah antrean masyarakat sudah jauh berkurang. Hal itu membuktikan bahwa kami bersama Pertamina sudah memberikan pelayanan maksimal kepada masyarakat," imbuhnya.

Penjelasan Pertamina Tentang Kelangkaan Gas LPG 3 Kilo Tidak Jelas dan Hanya Berdasarkan Asumsi

Dirinya menambahkan pihaknya siap melakukan pengawasan yang tentunya bekerjasama dengan Pertamina, agar distribusi elpiji subsidi memang tepat sasaran.

Salah satunya dengan menerapkan pembelian dengan model H-1, melampirkan KTP dan KK disetiap pangkalan.

Menurutnya pembelian elpiji subsidi mulai dengan cara masyarakat tidak mampu dan usaha mikro harus terlebih dahulu memesannya H-1 ke pangkalan yang menjual elpiji tabung tiga kilogram.

Sehingga pangkalan hanya menerbitkan nomor antrean pembelian H-1 sebelum elpiji subsidi tiba di pangkalan, dan nomor antrean juga diterbitkan sesuai dengan kuota elpiji subsidi bagi pangkalan tersebut.

"Dengan model ini, masyarakat tidak perlu berdesak-desakan atau ikut antrean, karena waktu pembelian akan lebih panjang atau penjualan elpiji subsidi sesuai nomor antrian yang sudah didapat pembeli pada H-1 sebelumnya," paparnya.

Haryadi menambahkan elpiji subsidi oleh pihak pangkalan diutamakan untuk warga sekitar atau di desa pangkalan itu berdiri.

Kemudian masyarakat harus menunjukkan KTP asli dan Kartu Keluarga yang masih berlaku, dan hanya boleh beli satu tabung.

"Masyarakat yang membeli elpiji subsidi juga wajib mengisi log book dan tanda tangan, serta mencantumkan nomor handphone yang aktif," ujarnya.

Pengamat Ekonomi Untan Ungkap Penyebab Gas LPG 3 Kilo Langka

Haryadi mengatakan, apa yang mereka lakukan itu dalam rangka memberikan kemudahan kepada masyarakat yang tidak mampu dalam membeli elpiji subsidi di wilayah Kota Pontianak.

"Selain itu, SOP ini juga untuk memutus rantai kalau ada pangkalan yang bermain dengan menjualnya ke masyarakat tidak berhak, karena satu KK hanya satu tabung per minggu atau empat tabung sebulan," pungkasnya. (*)

Penulis: Hamdan Darsani
Editor: Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved