Amankah Konsumsi Daging Beku? Berikut Penjelasan Dokter Eka Ardiani Putri

Apabila daging segar bisa langsung diolah dan dimasak, namun daging beku untuk pengolahannya sesuai dengan standar kesehatan yang ada

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ Muhammad Rokib
Wakil Direktur Pelayanan Medik Rumah Sakit Universitas Tanjungpura Sekaligus Dosen Fakultas Kedokteran Untan dan Akbid 'Aisyiyah Pontianak, dr Eka Ardiani Putri MARS. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Meningkatnya kebutuhan dan konsumsi daging segar dikalangan masyarakat Kalbar dan khususnya Pontianak akan menimbulkan kelangkaan pada penyediaan daging dan bahkan kesulitan, sehingga tidak menutup kemungkinan akan mengakibatkan kenaikan harga yang relatif tinggi.

Dengan demikian tentu masyarakat diharapkan juga bisa mengkonsumsi daging beku demi mengimbangi penyediaan daging segar dan tetap menstabilkan harga daging segar maupun daging beku di pasaran.

Namun dalam hal ini sebagian masyarakat ada yang khawatir dan sebagian juga ada yang tidak khawatir jika mengkonsumsi daging beku. Hingga menjadi tanda tanya di beberapa kalangan masyarakat Pontianak khususnya.

Tiga Sistem Dijalankan Untuk Kendalikan Harga Daging Sapi di Kota Pontianak

Apakah konsumsi daging beku itu boleh dan apakah mengganggu kesehatan?

Berikut penjelasan dari Wakil Direktur Pelayanan Medik Rumah Sakit Universitas Tanjungpura Sekaligus Dosen Fakultas Kedokteran Untan dan Akbid 'Aisyiyah Pontianak, Dokter Eka Ardiani Putri MARS.

dr. Eka Ardiani menjelaskan bahwa sebenarnya daging beku dan daging segar ialah sama-sama layak untuk dikonsumsi, namun Ia menyarankan agar masyarakat lebih teliti dalam memilihnya.

Disampaikannya untuk daging segar memang sudah dimengerti oleh konsumen terkait kualitasnya, baik itu warna daging dan terlihat juga dari aroma segarnya, bukan bau busuk daging yang sudah lama.

Sehingga bisa lebih yakin bahwa daging segar tersebut layak dikonsumsi.

"Apabila daging segar bisa langsung diolah dan dimasak, namun daging beku untuk pengolahannya sesuai dengan standar kesehatan yang ada, agar kandungan gizinya tidak hilang, dan seharusnya diolah dengan lebih baik, dari beku untuk di masak usahakan es pada daging mencair secara alami, biasanya untuk 1 kilogram daging beku dicairkan secara alami 1-5 jam atau sampai daging benar-bebar mencair tanpa es, barulah bisa diolah," jelas  Eka Ardiani Putri , Minggu (12/7/2020).

Dilatakan dr. Eka Ardiani apabila dipaksakan secepatnya pencairan es pada daging, tentu akan dapat mengurangi nilai gizi yang ada.

Modus Pelaku Ubah Daging Babi dari Solo Jadi Daging Sapi di Bandung, Sudah Terjual 63 Ton

“Untuk daging sapi, berisiko mengadung bakteri dan jamur bila sudah dikeluarkan dari freezer lalu dibekukan kembali," ungkap  Eka Ardiani Putri.

Pada suhu dingin, pertumbuhan bakteri pada makanan harus dinonaktifkan.

Namun ketika telah mencair, bakteri itu akan hidup kembali dan bahkan bisa berkembang.

Dokter Eka pun mengatakan untuk daging sapi beku dan segar yang dijual di pasar sama-sama baik dengan syarat penyimpanan dan proses pengolahannya juga baik.

"Yang menjadi kekhawatiran adalah proses penyimpanan dan pengolahan daging beku, hal inilah yang menjadi permasalahan.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved