Protes Hasil PPDB
Penjelasan Dinas Pendidikan Kalbar Terkait Keluhan Hasil PPDB
Ia mencontoh ada ibu-ibu yang menanyakan kenapa nilai rapot anaknya lebih tinggi dari pada nilai siswa lain malah tidak lulus.
Penulis: Anggita Putri | Editor: Zulkifli
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Kepala Bidang SMA Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Kalimantan Barat, Fatmawati menanggapi terkait keluhan orang tua siswa, terhadap pelaksanaan PPDB Online tahun 2020 yang mendatangi Kantor Disdik Kalbar, Selasa (30/6/2020).
Ia menjelaskan terkait alasan kenapa pengunuman PPDB Online diundur secara tiba- tiba dan tidak sesuai jadwal awalnya.
Pada 27 Juni 2020 dikatakannya bahwa sebenarnya sudah siap untuk menentukan perangkingan.
"Jadi kita belum menutup masukan dari admin kabupaten kota.
Sehingga masih ada admin kabupaten kota yang mau memasukan data .
Akhirnya perangkingan yang awalnya sudah fiks malah berantakan lagi.
Ternyata saat verifikasi di tanggal 26 dan 27 dari kabupaten kota yang masuk membuat data perengkingan tidak fiks ," jelasnya.
• BREAKING NEWS - Mes Pekerja di Bawah Jembatan Landak Pontianak Terbakar
• Gagalkan Penyelundupan Narkoba Lewat Jalur Tikus, Berikut Ulasan dari Ditjen Bea Cukai Kalbagbar
Akhirnya aplikasi tersebut ditutup aksesnya.
Setelah selesai tnggal 27 Juni 2020 aplikasi malahan terhambat .
"Jadi kami tidak ada memanipulasi yang membuat masyarakat resah, bahwa penundaan bukan kesengajaan dan kami benar- benar dalam kondisi memperbaiki," ujarnya.
Ia mencontoh ada ibu-ibu yang menanyakan kenapa nilai rapot anaknya lebih tinggi dari pada nilai siswa lain malah tidak lulus.
Sedangkan siswa yang lebih rendah nilainya lulus .
"Akan tetapi setelah dicek nilai anaknya bukan 82 tapi 80.
Jadi lebih rendah nilainya dari siswa yang lulus.
Selain itu masalah jarak yang mendaftar di SMA 2 N Pontianak dia bilang jaraknya 1.2 KM padahal jarak paling jauh SMA 1.1 KM otomatis 1.2 tidak masuk ' jelasnya.
• Gubernur Sutarmidji : Ombudsman Akan Cek Hasil PPDB Kalbar