Gubernur Sutarmidji : Ombudsman Akan Cek Hasil PPDB Kalbar

Sebelumnya pengumuman PPDB sempat ditunda dan aplikasi ditutup karena terjadi kesalahan pada server.

Penulis: Anggita Putri | Editor: Zulkifli
TRIBUN PONTIANAK/Anggita Putri
Gubernur Kalbar, H Sutarmidji saat ditemui di Kantor Gubernur Kalbar, Rabu (10/6/2020). 

Kedatangan para orang tua diterima oleh Kepala Bidang SMA, Fatmawati sekaligus menerima aspirasi yang disampaikan oleh para orang tua.

Para orang tua yang datang menyampaikan protes ditanggapi langsung oleh pihak Disdik Kalbar.

Namun dari pertemuan tersebut dianggap para orang tua siswa tidak memberikan solusi kepada anak-anak mereka yang sudah dinyatakan tidak lulus.

Sistem Daring Dinilai Mendegradasi Pendidikan di Kalbar

Pada pertemuan tersebut sempat menimbulkan adu mulut orang tua dengan pihak Disdik Kalbar karena kurang memberikan respon terhadap apa yang mereka sampaikan .

Namun apa yang telah disampailan oleh para orang tua siswa tetap ditampung dan menjadi bahan evaluasi Disdik Kalbar.

Satu diantara orang tua yang mendatangi Disdik Kalbar, Merry menjelaskan bahwa kedatangannya ke Disdik Kalbar untuk mempertanyakan nasib anaknya yang dinyatakan tidak lulus PPDB jalur zonasi padahal jarak dari rumah ke sekolah sangat dekat.

"Setelah dinyatakan tidak lulus katanya bisa masuk pagu, tapi sama saja tidak ada di daftar lagu.

Maka saya datang kesini ,tapi tidak juga mendapatkan solusi maupun jawaban," jelasnya.

Merry bersama orang tua lainnya ingin pendaftatan PPDB diulang dan pendaftaran online dibatalkan dan minta pendataran secara fisik .

Balai Bahasa Kalimantan Barat Gelar Sayembara Penulisan Berbasis Blog, Buruan Hadiahnya Puluhan Juta

"Kami datang ke sini karena tidak puas , sistem zonasi tidak betul dan yang diterima tidak jelas yang jarak dekat malah tidak diterima.

Tidak ada transparan.

Lalu yang pakai jalur nilai dsn nilainya tinggi pun tidak diterima setelah datang kesini tidak ada solusi dan orang tua tidak puas," jelasnya.

Ia mengatakan sudah mendatangi pihak sekolah. Namun dari pihak sekolah malah mengarahkan untuk datang langsung ke Dinas .

"Kalau seperti ini kan tidak mungkin anak kita tidak sekolah mau jadi apa mereka.

Minta dari sini pun tidak ada jawaban . Jadi mau minta sama siapa.

Halaman
123
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved