Memaknai Hari Berkabung Kalbar di Makam Juang Mandor, Sejarawan: Jas Merah

Meski demikian Syafarudin Usman menyatakan bahwa masyarakat jangan sekali-kali melupakan sejarah kelam Kalbar yang terjadi lintas SARA ini.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SYAHRONI
Sejarawan Kalbar, Syafarudin Usman. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Tanggal 28 Juni menjadi hari berkabung bagi Kalimantan Barat sebagai bentuk memperingati, menghormati dan mewarisi perjuangan satu generasi terbaik Kalimantan Barat yang gugur dalam masa Perang Dunia II.

Para pejuang ini kemudian diberi julukan Syuhada Kusuma Bangsa dimana para pejuang dan cendikiawan ini diculik kemudian dibunuh secara massal dan dimakamkan dalam beberapa lubang yang telah disiapkan oleh tentara Jepang.

Sehingga Kalbar kehilangan satu generasi terbaiknya.

Menyikapi hal ini, Sejarawan Kalimantan Barat Syafarudin Usman menyatakan bahwa masyarakat Kalbar harus tetap memahami sejarah kelam di balik berdirinya Makam Juang Mandor.

Pengamat Pendidikan Kalbar Nilai Pelaksanaan PPDB 2020 Berjalan Lebih Baik

Ia sendiri menyatakan bahwa saat ini masyarakat tetap menunjukkan kepeduliannya terhadap sejarah Kalbar ini dengan berbagai cara yang tidak berlebihan dan tetap menghormati sejarah ini.

"Saya lihat masyarakat terutama generasi muda saat ini sangat peduli dengan sejarah dari berdirinya makam juang mandor."

"Mereka tetap menghormati dengan baik dan tidak berlebihan, hal ini merupakan suatu yang baik bagi saya" ungkapnya.

Meski demikian Syafarudin Usman menyatakan bahwa masyarakat jangan sekali-kali melupakan sejarah kelam Kalbar yang terjadi lintas SARA ini.

Karena makam juang mandor bukti Kebinekatunggaikaan dari Kalbar dalam melawan kekejaman masa lalu.

"Jasmerah: jangan sekali-kali melupakan sejarah, ada kebinekaan yang terkubur dalam makam tersebut."

"Kita harus menjaganya, karena makam juang mandor membuktikan bahwa ada perjuangan lintas SARA dalam upaya memerdekakan Indonesia" imbuhnya. (*)

Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
https://play.google.com/store/apps/details?id=com.wTribunPontianak_10091838

Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak

Penulis: Ni Made Gunarsih
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved