Iuran BPJS Kesehatan Kembali Naik, Dwi Restiyanti: Jaga Kesinambungan Program JKN

Bahkan, saat ini pemerintah juga memberikan subsidi iuran bagi peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas III.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/SEPTI DWISABRINA
Kepala bidang SDM umum dan komunikasi publik, Dwi Restiyanti, saat dijumpai, Rabu (11/03/2020) 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Pemerintah kembali menaikkan iuran BPJS Kesehatan di saat ketidakpastian perekonomian akibat dari pandemi Covid-19.

Hal demikian berdasarkan Presiden (Perpres) Nomor 64 Tahun 2020 tentang Perubahan Kedua Atas Peraturan Presiden Nomor 82 Tahun 2018 tentang Jaminan Kesehatan.

Manajemen BPJS Kesehatan Cabang Pontianak melalui Kepala bidang SDM umum dan komunikasi publik, Dwi Restiyanti menuturkan penyesuaian iuran dilakukan oleh pemerintah untuk menjaga kesinambungan program Jaminan Kesehatan Nasional (JKN).

Denda Menunggak BPJS Kesehatan Naik Juga, Tidak Hanya Iuran BPJS Kesehatan yang Naik

"Negara tetap hadir dalam penyesuaian iuran ini. Sudah banyak masyarakat yang ditanggung oleh Pemerintah sebagai peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) Jaminan Kesehatan serta masyarakat yang didaftarkan oleh Pemerintah Daerah," jelasnya, Minggu (17/5/2020).

Bahkan, saat ini pemerintah juga memberikan subsidi iuran bagi peserta Pekerja Bukan Penerima Upah (PBPU) kelas III.

Saat disinggung terkait masyarakat yang melakukan pemindahan ataupun penurunan kelas.

Dwi menerangkan dikarenakan peraturan presiden tersebut baru, sehingga belum ada yang mengajukan penurunan kelas.

Sesuai Perpres 75 Tahun 2020, pada bulan Januari-Maret 2020, iuran disesuaikan menjadi

Kelas I : Rp. 160.000,

Kelas II : Rp. 110.000,

Halaman
12
Penulis: Septi Dwisabrina
Editor: Wahidin
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved