Virus Corona Masuk Kalbar

Terima Kunjungan Anggota Komisi IX DPR RI, Ini Permintaan Bupati Atbah

Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili mengatakan dirinya menyampaikan beberapa hal terkait dengan kondisi terkini Kabupaten Sambas.

TRIBUNPONTIANAK/M WAWAN GUNAWAN
Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili, saat menerima kunjungan dari anggota DPR RI Komisi IX, H Aliffudin di Kabupaten Sambas, Minggu (26/4/2020). 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SAMBAS - Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili, siang tadi menerima kunjungan dari anggota DPR RI Komisi IX, H Aliffudin di Kabupaten Sambas.

Kedatangan anggota DPR RI Dapil Kalbar 1 itu, untuk memantau langsung kondisi terkini Kabupaten Sambas, serta menyerap aspirasi masyarakat terkait dengan Pandemi Covid-19.

Kepada awak media, Bupati Sambas Atbah Romin Suhaili mengatakan dirinya menyampaikan beberapa hal terkait dengan kondisi terkini Kabupaten Sambas.

Khusunya di bidang kesehatan, sebagaimana bidang yang ditangani oleh Komisi IX DPR RI.

BPKS se-Kota Singkawang Akhiri Program Penyemprotan Cairan Disinfektan Cegah Penyebaran Covid-19

Menurut Atbah, Sambas saat ini sudah berada di zona kuning, karena mengingat Sambas berada di daerah perbatasan dan memiliki pintu masuk barang dan orang di PLBN Aruk.

Saat ini kata dia, aktifitas di PLBN Aruk masih terus berjalan, meskipun dari pihak Malaysia sudah melakukan Lockdown.

Dimana aktifitas pemulangan Pekerja Migran Indonesia (PMI) asal Sambas masih terus berlanjut.

"Pertama Sambas masih dalam KLB, kami sudah melakukan evaluasi terkait dengan penerapan KLB. Dan hasilnya adalah kami semakin memperketat, mewaspadai dan meningkatkan kehati-hatian kepada semua yang melintas di seluruh perbatasan," ujarnya, Minggu (26/4/2020).

"Baik melalui perbatasan Singkawang, Bengkayang, Malaysia dan termasuk di pelabuhan Sintete. Ini kami lakukan sebagai bentuk tanggungjawab kami kepada masyarakat Kabupaten Sambas," kata dia.

Ia katakan, Pemkab memiliki tanggungjawab untuk menurunkan status dari zona kuning ke zona hijau.

Untuk memastikan bahwa Sambas masih aman, nyaman dan tidak ada yang tertular Covid-19.

Karenanya, mereka terus melakukan upaya-upaya untuk meningkatkan keamanan di Kabupaten Sambas.

Hal ini dikarenakan sebentar lagi arus mudik lebaran akan segera terjadi.

"Bisa kita bayangkan awal Ramadhan dan hadirnya Idul Fitri ini akan memperbesar jumlah masyarakat Sambas yang pulang dari Malaysia. Bukan hanya itu, juga masyarakat luar yang datang ke Sambas untuk pulang kampung, ini yang juga menjadi perhatian kita," tegasnya.

"Yang paling penting bagi kami adalah bagaimana mengantisipasi datangnya masyarakat luar, seperti ABK kapal yang bertambat di Sintete atau di Desa-desa tempat mereka bertambat agar tidak berkeliaran, atau tidak ternotifikasi," katanya.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved