Corona Masuk Kalbar

RSUD Singkawang Isolasi Suami Istri Asal Mempawah, Enam PDP Masih Dirawat

Suaminya usia 48 tahun menemani terpaksa juga menjalani karantina di ruang isolasi dan dilakukan rapid test dengan hasil non reaktif

TRIBUN PONTIANAK/Ridhoino Kristo Sebastianus Melano
Ketua Forum Jurnalis Kota Singkawang, Ari Satriansyah melakukan rapid test Covid-19 di Rumah Dinas Wali Kota Singkawang, Jalan Kridasana, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, Singkawang, Kalbar Kamis (9/4/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Ridhoino Kristo Sebastianus Melano

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, SINGKAWANG - Sepasang suami istri (pasutri) asal Kabupaten Mempawah, terpaksa menjalani karantina di ruang isolasiRumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Aziz Kota Singkawang, lantaran sang istri dinyatakan reaktif virus Corona Covid-19.

Direktur RSUD dr Abdul Aziz Kota Singkawang, dr Ruchanihadi Sp menjelaskan, belum diketahui secara khusus faktor risiko riwayat pasutri yang kini berstatus PDP (Pasien Dalam Pengawasan) ini. Keduanya merupakan rujukan dari RSUD dr Rubini Kabupaten Mempawah dengan kasus lain, yakni pendarahan dari tangan.

“Istrinya ini berusia 44 tahun, dirujuk pada Minggu 12 April 2020 siang. Ia mengalami pendarahan di tangan yang perlu dioperasi. Sebelum dioperasi harus dirapid test. Ternyata hasilnya reaktif Covid-19," kata dr Ruchanihadi, Senin (13/4/2020).

Siap Besarkan Partai, Beby Bidik Kursi Ketua Golkar Kota Pontianak

Jelang Musda, Herri Mustamin Siapkan Kader Pimpin Golkar Kota

Sementara suaminya berusia 48 tahun yang menemani terpaksa juga menjalani karantina di ruang isolasi dan dilakukan rapid test dengan hasil non reaktif. Kondisi sang istri kini masih terbaring lemah di ruang isolasi, namun telah stabil.

"Untuk gejala Covid-19 sendiri tidak didapatkan, skrining karena ada rencana mau ada tindakan," tuturnya.

Dokter Ruchanihadi menuturkan, hingga kini RSUD dr Abdul Aziz Kota Singkawang telah merawat enam Pasien Dalam Pemantauan (PDP) yang kini sedang menjalani karantina di ruang isolasi. "Ada enam yang dirawat. Mereka semua dikarantina di ruang operasi," kata dr Didi sapaanya.

Enam PDP

Satu PDP berasal dari Kecamatan Samalantan Kabupaten Bengkayang, jenis kelamin wanita berusia 45 tahun. “Faktor risiko usai mengikuti acara keagamaan di Kota Pontianak yang menghadirkan narasumber dari Jakarta,” ujarnya.

PDP lainnya, laki laki 15 tahun asal Monterado Kabupaten Bengkayang. Ia mengeluhkan sakit tenggorokan dan sesak nafas. “Pasien memiliki faktor risiko karena ada sepupunya yang baru pulang dari Malaysia menginap di rumahnya,” terang dr Didi.

PDP berikutnya adalah perempua berusia 31 tahun asal Selakau, Kabupaten Sambas.

Dari enam PDP, terdapat pasien yang merupakan satu keluarga. Di antaranya dua orang anak dan bapak. Serta pasangan suami istri asal Mempawah. Mereka yang sekeluarga ini menjalani karantina di ruang isolasi yang sama. Sementara PDP lainnya sendiri.

“Rapid test juga dilakukan dan hasilnya non reaktif, kecuali pasien wanita rujukan dari RSUD dr Rubini tadi. Telah kami berikan pengobatan, swab juga telah diambil," jelasnya.

Pasien Negatif

Sementara itu, satu PDP Covid-19 berusia 12 tahun yang telah meninggal dunia kemarin dinyatakan negatif Covid-19, berdasarkan hasil swab.
"Anak laki-laki 12 tahun itu dikabarkan hasilnya negatif," kata dr Ruchanihadi.

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved