Human Interest Story

DPD Golkar Kalbar 2020-2025 Beri Ruang Figur Produktif, Maman: Bukan Asal Bapak Senang

Diterangkan Maman, ada sejumlah perbedaan dengan pengurus sekarang yang dipimpinnya

TRIBUNPONTIANAK/RIDHO PANJI PRADANA
KETUA GOLKAR - Maman Abdurahman yang terpilih sebagai Ketua DPD Partai Golkar Periode 2020-2025 dalam Musda ke-X, Sabtu (29/02/2020). 

Laporan Wartawan Tribun Pontianak, Rhido

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, TRIBUN - Ketua DPD Partai Golkar Kalbar terpilih periode 2020-2025, Maman Abdurahman mengungkapkan jika dirinya tidak ingin membentuk kepengurusan yang nantinya bekerja asal-asalan namun laporan selalu baik. Ia pun mengistilahkannya sebagai ‘Asal Bapak Senang’.

Sebelumnya, Ketua Bappilu DPP Partai Golkar ini pun menerangkan jika struktur kepengurusan yang dibuat telah melalui mekanisme yang panjang dan dia memastikan bakal makin solid.

"Karena kepengurusan yang ini adalah hasil pembahasan yang sangat panjang, dilakukan tim formatur dengan berupaya maksimal mengakomodasi semua kelompok," kata Maman, Minggu (12/4/2020).

"Ada beberapa yang kita dorong untuk memperkuat di jajaran dewan pembina karena saya meyakini bahwa sebagus apapun seseorang apabila tidak ada kontrol atau masukan maka bisa berbahaya juga," tambahnya.

Suasana saat DPD Partai Golkar Kalbar bersama AMPG dan jajaran DPD tingkat II memberikan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) kepada pihak dan tenaga medis di RS Yarsi Kota Pontianak.
Suasana saat DPD Partai Golkar Kalbar bersama AMPG dan jajaran DPD tingkat II memberikan bantuan Alat Pelindung Diri (APD) kepada pihak dan tenaga medis di RS Yarsi Kota Pontianak. (Dok. Deden)

Gerindra Salurkan Enam Ton Beras, Ringankan Masyarakat Terdampak Covid-19

Ungkap Fakta Lain, Kasus Perawat Ditampar Satpam Gara-gara Ingatkan Pakai Masker, Ini Kronologinya

Diterangkan Maman, ada sejumlah perbedaan dengan pengurus sekarang yang dipimpinnya.

Ke depan, kata dia, posisi dewan pembina akan diisi oleh figur yang masih cukup produktif tidak hanya bermodalkan sesepuh saja, figur-figur yang cukup produktif juga akan masuk.

"Hal ini dibutuhkan agar terjadi check and balance antara pengurus DPD I dengan dewan pembina, yang tidak asal bapak senang saja. Semua pengurus dituntut kritis, konstruktif, solutif namun santun," kata Maman.

DPD I, lanjutnya, diperbantukan oleh ada beberapa lembaga dan badan baru sebanyak sembilan orang Ketua Badan.

Dimana tugasnya adalah melakukan kerja-kerja fungsional untuk membentuk struktur sampai ke tingkat desa dalam rangka mengoptimalkan seluruh potensi yang ada diakar rumput.

Selain itu, ia menerangkan akan mengoptimalisasi ormas pendiri partai dalam hal ini MKGR, SOKSI dan Kosgoro 57 dan ormas didirikan yakni Saatkar Ulama, MDI, AMPI, HWK dan Al Hidayah untuk menjaring kelompok-kelompok diluar struktur partai.

Ormas pendiri dan didirikan, kata Maman, akan diberikan porsi persentase otoritas didalam memberikan rekomendasi figur untuk masuk didalam pencalegan. "Dikepengurusan DPD I ini kombinasi antara figur muda dan senior," jelasnya.

Selanjutnya, Anggota DPR RI ini pun menerangkan akan ada modernisasi sistem administasi  dan kerja kepartaian dibawah kepemimpinnya.

"Insyallah Ijtihad maksimal kepengurusan DPD 1 ini bisa menghantarkan Partai Golkar kembali jaya di Bumi Khatulistiwa ini," harapnya.

"Saatnya semua bersatu untuk bekerja bahu-membahu demi kejayaan Partai Golkar dan mendorong percepatan kemajuan kampung kite tercinta Kalbar," tukas Maman.

Sekretaris DPD Partai Golkar Kalbar, Prabasa Anantatur.
Sekretaris DPD Partai Golkar Kalbar, Prabasa Anantatur. (TRIBUNPONTIANAK/RIDHO PANJI PRADANA)

Kerja Maksimal

Sementara itu, Prabasa Anantatur yang kembali menjadi Sekretaris DPD mengungkapkan komitmennya untuk bekerja masimal dibawah kepemimpinan Maman Abdurahman.

"Saya dipercayakan oleh partai khususnya oleh ketua dan tim formatur diminta untuk menjadi sekretaris, tentu saya akan membantu beliau semaksimal mungkin sebagaimana tugas dan wewenang seorang sekretaris yang nantinya dibantu oleh wakil sekretaris," katanya.

Terlebih, kata dia, tugas dan wewenang di Partai Golkar memang telah dibagi penuh tugas dan
wewenang masing-masing.

Seperti tugas dan wewenang sekretaris, lanjutnya, ialah memimpin, mengelola khususnya urusan ke rumah tanggaan dan menyelenggarakan tata kelola administrasi.

"Kedepan adalah bagaimana memanfaatkan sistem informasi dan komunikasi partai yang berbasis teknologi," kata Prabasa.

Terlebih, kata dia, dengan struktur kepengurusan Golkar Kalbar ini mayoritas diisi oleh kaum millenial.

"Saya selaku sekretaris komitmen terus untuk membantu beliau (Maman Abdurahman, red), yang agak berbeda adalah tentang bagaimana kita mengikuti gaya kepemimpinan seorang ketua, bagaimana merespon perkembangan yang ada terutama teknologi," jelasnya.

Di Partai Golkar, lanjutnya, ada perbedaan pendapat tentu hal uang biasa, sesuai gaya demokrasi yang ada di Golkar.

Namun, kata Prabasa, setelah diputuskan tentu tidak ada lagi perbedaan dan solid, solid didalam dan terhormat diluar.

"Dengan komposisi kepengurusan ini, tentu untuk menghadapi pemilu kedepan terutama pemilih yang selama ini masih banyak tradisional, tentu akan berubah dengan komposisi sekarang ini," katanya.

Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

Berita Populer

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved