Virus Corona Masuk Kalbar

KISAH Driver Ojol Pontianak, Berjuang Kerja Hingga 12 Jam Demi Dapat Orderan di Tengah Wabah Corona

Semulanya jam kerja ojek online hanya 8 jam, diakui Rizal, akibat merebaknya Covid-19 ini terpaksa jam kerja Ojol bertambah menjadi 12 jam.

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Maudy Asri Gita Utami
TRIBUNPONTIANAK/Muhammad Rokib
Driver Ojek Online, Dede Suryana saat di wawancara wartawan Tribun, Minggu (5/4/2020). Dede setiap harinya berangkat pagi dan pulang malam dari Jungkat ke Pontianak. 

Fuad menerangkan, pihaknya mempunyai enam karyawan yang telah di-off-kan sejak keluarnya maklumat Kapolri yang melarang pesta perkawinan untuk mencegah penyebaran virus corona.

"Ada enam karyawan di-off-kan, karena pendapatan kosong. Satu orang bagian desain dan lima orang dari produksi. Off sejak edaran maklumat Kapolri. Di-offkan bukan berarti diberhentikan, tapi masih menunggu kondisi pulih lagi," tambahnya.

Fuad berharap agar bisa mengambil hikmahnya akibat covid-19 ini.

"Setidaknya kita ambil manfaatnya mungkin dari hal ini biar kita lebih dekat dengan keluarga. Semoga cepat kembali pulih, kondisi saat ini terutama di Kalbar. Akibat covid-19 ini tak hanya yang kena corona. Semuanya malah kena imbasnya juga rutama dibidang ekonomi," katanya.

"Harapannya ada perhatian khusus dari pemerintah dan berharap para klien bisa memaklumi. Semoga lekas pulih kondisi ini terutama di Bumi Khatuliswa," pungkasnya.

Pengusaha catering lainnya juga mengaku merugi. Owner Catering Makanan Pontianak, Nurhadinata terpaksa menutup usahanya sementara waktu.

Ia mengikuti anjuran pemerintah tentang pencegahan penyebaran virus corona.

Nurhadi menyebutkan, ada tiga konsumen yang telah membatalkan pesanan.

Tiga konsumen tersebut, lanjutnya, mayoritas dari perkantoran dan yang terakhir dari disabilitas.

"Karena kegiatan di kantor itu sudah tidak ada kegiatan bersama lagi. Jadi pesanan dalam bentuk nasi kotak itu tidak lagi, terutama pesanan harian," kata Nurhadi saat ditemui ditempat usahanya Jl Kom Yos Sudarso, Gg Kelapa 1, Nomor 23, Pontianak Barat. 
Catering makanan milik Nurhadi ditutup dua pekan terakhir sejak corona merebak di Pontianak.

Nurhadi mengaku mengalami kerugian berkisar hampir puluhan juta rupiah.

"Kerugiannya kita tidak ada pesanan lagi, karyawan kami pun pengin libur. Orangtuanya minta anaknya pulang kampung, karena bahayanya covid-19 ini. Sampai dengan hari ini kerugian Rp 19 juta," ungkap Nurhadi.

Kerugian yang dialaminya itu berupa makanan yang sudah dibeli, namun tidak terpakai sehingga basi.

"Terakhir dari disabilitas. Sekitar 150 peserta yang datang, tapi karena covid-19 semuanya batal. Bahkan dua hari sebelumnya kita sudah belanja, setelah itu konsumen telepon minta dicancel," terangnya.

Nurhadi mengaku terpaksa mengembalikan seluruh uang milik konsumen.

Halaman
1234
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved