Wabah Virus Corona

Benarkah Obesitas Pengaruhi Risiko Kritis Pasien Virus Corona? Studi Membuktikannya

Pasien coronavirus yang mengalami obesitas secara signifikan berisiko lebih tinggi untuk menderita penyakit kritis.

AFP/ Jeff Haynes
Ilustrasi Obesitas - Benarkah Obesitas Pengaruhi Risiko Kritis Pasien Virus Corona? Studi Membuktikannya 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID - Kasus terkait coronavirus disease (Covid-19) terus meningkat setiap harinya. 

Kementerian Kesehatan (Kemkes) RI dalam dokumen yang diunggah di laman resmi kemkes.go.id, menjelaskan, Covid-19 menyebabkan gejala ringan layaknya penyakit pernapasan pada umumnya.

Gejala yang dimaksud antara lain batuk, pilek, sakit tenggorokan, dan demam.

Data WHO menyebutkan, sebanyak 80% kasus dapat pulih tanpa perlu perawatan khusus.

Namun, 1 dari 6 orang mungkin akan sakit parah disertai pneumonia yang muncul secara bertahap.

Deretan Buah dan Sayuran yang Mampu Tingkatkan Imunitas Tubuh saat Wabah Virus Corona

Banyak penelitian telah menunjukkan bahwa orang dengan kondisi medis yang mendasarinya seperti diabetes, penyakit ginjal, masalah paru-paru, penyakit jantung, penyakit pernapasan kronis dan kanker memiliki risiko lebih tinggi terkena penyakit coronavirus (COVID-19).

Tapi, tahukah Anda bahwa virus corona atau coronavirus juga terkait dengan obesitas?

Sesuai dengan Organisasi Obesitas Dunia, pasien coronavirus yang mengalami obesitas secara signifikan berisiko lebih tinggi untuk menderita penyakit kritis.

Mengingat tingkat obesitas yang sangat tinggi di seluruh dunia, diharapkan bahwa persentase populasi yang tinggi akan berisiko lebih besar tertular penyakit ini.

Untuk mendukung hal ini, 221 pasien rawat inap dengan COVID-19 berusia 45 tahun diteliti di Cina.

Cegah Corona, Polres Melawi Lakukan Penyemprotan Disinfektan Secara Massal

Halaman
123
Penulis: Dhita Mutiasari
Editor: Dhita Mutiasari
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved