WNI Kembali ke Kalbar Indonesia Lewat Jalur Tikus Langsung Jadi PDP dan Diisolasi di RSUD Sambas

Sutarmidji menjelaskan seorang WNI pulang dari Malaysia melalui jalur tikus dan saat ini tengah dirawat di RSUD Sambas dengan status PDP

Penulis: Syahroni | Editor: Madrosid
ISTIMEWA DARI DOKUMEN RSUD dr Abdul Aziz Singkawang
SUSPEK - Pasien suspek virus corona melakukan aktivitas di ruang isolasi Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr Abdul Aziz, Jalan dr Sutomo, Kelurahan Pasiran, Kecamatan Singkawang Barat, Provinsi Kalimantan Barat, Selasa (17/3/2020) kemarin. 

PONTIANAK - Satu diantara tantangan untuk mencegah virus corona di Kalbar saat ini adalah mencegah para Tenaga Kerja Indonesia (TKI) dari Malaysia pulang ke Indonesia atau Kalbar melalui jalur tikus.

Jalur tikus sebutan untuk jalan setapak atau pintu perbatasan tidak resmi ini masih sering digunakan para TKI kembali ke tanah air.

Gubernur Kalbar, Sutarmidji menjelaskan seorang WNI pulang dari Malaysia melalui jalur tikus dan saat ini tengah dirawat di RSUD Sambas dengan status Pasien Dalam Pengawasan (PDP) Covid-19 atau corona sehingga diisolasi.

"Sekarang ada tambahan pasien dalam pengawasan yang dirawat di RSUD Sambas, dia baru pulang dari Sibu, Malaysia melalui jalur tikus," ucap Midji saat diwawancarai, Senin (23/3/2020).

Satgas Pamtas 643/Wns Amankan 210 Ekor Burung Kacer Yang Dibawa Lewat Jalur Tikus

Tantangan besar bagi pemerintah daerah untuk mencegah para WNI ataupun TKI kembali ketanah air melalui jalur tikus tersebut, pasalnya dipastikan mereka yang melalui jalur itu tidak terdeteksi kesehatannya.

Menurut Midji, pihaknya bekerjsama dengan TNI yang menjaga perbatasan untuk mengarahkan WNI yang kembali ketanah air melalui pintu resmi sehingga kesehatan mereka dapat dipantau dan diperiksa.

"Sebagian besar mereka digiring ke PLBN, ada TNI Polri dan Satgas Pamtas yang terus patroli di jalann tikus. Tapi karena banyak kadang ada juga yang lolos seperti PDP di Sambas sekarang," jelasnya.

Panjang perbatasan Kalbar dan Malaysia memang ratusan kilometer dengan ratusan jalan tikus tentunya menjadi tugas tersendiri bagi pemerintah dalam memantaunya sehingga para WNI yang kembali tidak membawa virus corona dan menyebarkan dengan warga lainnya.

Updaten Data Pasien Covid-19

Dinas Kesehatan Provinsi Kalimantan Barat menyampaikan, hingga Senin (23/3/2020) total ada 34 PDP di Kalbar.

Dari jumlah itu, Pasien Dalam Pengawasan (PDP) keluar ada 12 Orang.

Sementara total Pasien Dalam Pengawasan (PDP) yang dirawat ada 21 Orang.

Satu pasien dengan status PDP meninggal dunia.

Namun hingga saat ini masih belum diketahui positif atau negatif Covid-19.

Halaman
1234
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved