Human Interest Story
Fakultas Pertanian UPB Sukses Gelar Reuni Akbar, Silaturahmi 30 Tahun Tak Jumpa
tujuan lain dari Reuni Akbar tersebut adalah membantu Universitas Panca Bhakti terkait Akreditas Kampus dan bertukar informasi.
"Silaturahmi itu ngak bisa dibayar dengan apapun, ketemu temen-temen dan adek-adek, kita sama Almamater, bangga saya," ujarnya.
Ia sempat menyampaikan sulitnya masa kuliahnya dahulu karena ada ujian Negara dan hanya menggunakan mesin ketik dan tidak tersedia komputer serta internet.
"Jadi ingat dulu waktu jaman saya kuliah kan masih pake mesin ketik ya, belum pake komputer, kalau kita skripai sampe rasanya ngak selesai-selesai, sulit jaman dulu itu, ada ujian negara juga," ujarnya.
"Kalau sekarang kan zamannya sudah maju, sudah ada google, internet, saya kira lebih gampang. Kalau zaman dulu kan masih jadul, harus baca buku, ndak bisa nyari di internet. Sampai-sampai harus minjem buat baca buku. Kalau sekarang kan tinggal googling, itu yang memudahkan mereka. Seharusnya mereka juga lebih cepat, kan ndak ada ujian negara juga," ujarnya.
Selain itu, ia menerangkan dirinya merupakan pensiunan Dinas Perkebunan Provinsi 2010.
Serta memiliki empat anak yang saat ini sudah sukses.
"Saya 2010 pensiun dari dinas anak saya ada empat, Alhamdulillah Allah kasi pekerjaan yang baik untuk mereka. Ada yang sudah jadi dokter, pegawai bank, polisi, sama karyawan di prusahaan," ujarnya.
Ia berharap lulusan baru dapat sukses seperti dirinya dan angkatan-angkatan terdahulu.
"Saya selalu berharap untuk teman-teman lulusan baru agar dapat sukses. Kami yang senior-senior aja bisa punya jabatan di dinas-dinas pemerintahan. Harusnya junior-junior juga bisa seperti kami," pungkasnya.
