Fakultas Teknik UPB Perkenalkan Material Tambahan Sebagai Alternatif Beton Ringan di Tanah Lunak

Rangkaian kegiatan ini telah dilaksanakan pada Rabu 22 Desember 2021 kemarin yang berlangsung di gedung UPB yang dilaksanakan oleh Tim PPM.

Penulis: Muhammad Rokib | Editor: Hamdan Darsani
TRIBUNPONTIANAK/Dokumentasi Fakultas Teknik UPB Pontianak
foto bersama saat kunjungan lapangan ke Surau Al-Arsyad pada PPM yang dilaksanakan oleh Tim Program Studi Teknik Sipil Universitas Panca Bhakti Pontianak. 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK – Sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas pembelajaran dan pengabdian kepada Masyarakat, Program Studi (Prodi) Teknik Sipil Universitas Panca Bhakti (UPB) Pontianak dengan dukungan Bantuan Pendanaan  Program Pembelajaran Kolaboratif yang Berorientasi pada Penelitian dan Pengabdian Masyarakat dari Dirjen Pendidikan Tinggi, Riset dan Teknologi, Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan telah menyelenggarakan kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PPM) yang mengangkat tema 'Aplikasi penggunaan material tambahan sebagai alternative beton ringan untuk kontruksi diatas tanah lunak di Kota Pontianak'.

Rangkaian kegiatan ini telah dilaksanakan pada Rabu 22 Desember 2021 kemarin yang berlangsung di gedung UPB yang dilaksanakan oleh Tim PPM.

Pada sosialisasi tersebut, dihadiri oleh Kontraktor Pelaksana Gedung di Lingkungan Universitas Panca Bhakti dan pengurus Surau Al-Arsyad sebagai tempat aplikasi dari kegiatan PPM tersebut.

PKM Prodi Ilmu Hukum UPB Kampanyekan Sosial CEPAK di Desa Twi Mentibar Sambas

Dalam sosialisasi yang berlangsung, ketua Ranty Christiana, S.T, M.T  menjelaskan tentang mekanisme cara kerja penggunaan material tambahan sebagai alternative beton ringan untuk kontruksi di atas tanah lunak kepada para peserta ataupun tamu undangan, serta mahasiswa yang turut hadir sebagai bahan pembelajaran mereka nantinya. 

"Penggunaan material tambahan yang digunakan adalah sabut kelapa yang sudah melalui proses penghancuran sehingga menghasilkan 2 produk turunan yaitu serat kelapa (cocofiber) dan serbuk halus kelapa (cocopeat)," ujarnya, Senin 27 Desember 2021.

Penggunaan serat kelapa (cocofiber) pada bidang Teknik Sipil, lanjutnya, tentu sangat bermanfaat untuk pembuatan beton, terdapat kenaikan pada kuat tekanan beton sebesar 9% dalam bahan pembuatan beton dengan tambahan serat sabut kelapa. 

Selain itu, serbuk sabut kelapa (cocopeat) mempunyai kadar air dan daya simpan air yang cukup tinggi yaitu masing masing 119% dan 694,4%. 

“Untuk pengaplikasiannya  penggunaan material tambahan sebagai alternative beton ringan akan dilakukan pada pembangunan Surau Al-Arsyad yang berada di kawasan Universitas Panca Bhakti Pontianak. Mengingat lokasi pembangunan masjid yang berada di tepi sungai Kapuas sehingga resapan air cukup tinggi, maka penggunaan cocopeat dalam pembuatan struktur lantai beton tempat wudhu sangat berpotensi dengan penambahan material cocopeat pada agregat halus,” tukasnya. 

[Update Informasi Seputar Kota Pontianak]

  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2022 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved