Breaking News:

Akademisi UPB, Harap Perpindahan Lapangan Kerja Sektor Produktivitas Rendah Ke Tinggi

Ada beberapa gangguan terkait hal ini, kata Rahmatullah Rizieq, diantaranya terganggunya proses struktural transformasional di perekonomian Kalbar.

Penulis: Imam Maksum | Editor: Try Juliansyah
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Imam Maksum
Akademisi Universitas Panca Bhakti (UPB) Pontianak, Rahmatullah Rizieq saat menyampaikan materi pada diskusi publik bertajuk politik ekonomi di masa dan pasca pandemi Covid-19 di Indonesia, Selasa 16 November 2021. Tribun Pontianak/Imam Maksum 

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, PONTIANAK - Akademisi Universitas Panca Bhakti (UPB) Pontianak, Rahmatullah Rizieq menjadi narasumber diskusi publik bertajuk politik ekonomi di masa dan pasca pandemi Covid-19 di Indonesia, Selasa 16 November 2021.

Rahmatullah Rizieq menjelaskan program program yang dilaksanakan di Kalimantan Barat berdampak pada sisi ekonomi.

“Dari program program yang dilaksanakan di Kalbar kita melihat bagaimana dampaknya,” katanya.

Dia mengatakan dampaknya secara umum, Tahun 2020 melihat adanya pertumbuhan sebesar 1,82 persen tetapi pada awal 2021, hingga kuartal 3 melihatkan dampak baik. “Ekonomi di Kalbar saat ini menjalar ke atas,” tuturnya.

UPB Gelar Diskusi Publik Bertajuk Politik Ekonomi di Masa dan Pasca Pandemi

Dia mengungkapkan hal tersebut menandakan kebijakan yang dijalankan mempunyai dampak signifikan, walaupun seasonal terlihat menurun tetapi akan kembali naik. “Kita akan lihat di akhir tahun ini bagaimana perekonomian di Kalbar bagaimana bergeraknya,” ujarnya,

Ada beberapa gangguan terkait hal ini, kata Rahmatullah Rizieq, diantaranya terganggunya proses struktural transformasional di perekonomian Kalbar.

“Kita berharap adanya perpindahan tenaga kerja dari sektor yang rendah produktivitasnya ke sektor produktivitas tinggi. Misalnya dari sektor pertanian ke industri dan jasa,” jelasnya.

Sektor pertanian dikatakan produktivitasnya rendah karena dilihat sektor ini paling banyak menyerap tenaga kerja tetapi menghasilkan produktivitas yang sedikit.

Pada masa pandemi tenaga kerja yang masuk ke dalam sektor pertanian bertambah, 49 persen yang tercurah ke sektor pertanian.

Untuk itu, kata Rizieq mungkin ada kebijakan jangka pendek dan jangka panjang yang perlu dibuat untuk mengawal agar proses transformasi struktural berjalan.

“Kita ingin menjadi negara maju, tidak hanya sebagai penghasil barang barang yang hasil pertanian yang belum diolah,” tuturnya.

Kebijakan yang perlu dibuat, pertama, ucap Rizieq, bagaimana supaya meningkatkan produktivitas tenaga kerja. Kedua, bagaimana membantu pertumbuhan di sektor industri yang dapat mengakselerasi proses transformasi struktural dalam membentuk lapangan kerja.

“Melakukan reformasi hukum ketenagakerjaan agar dapat mempercepat produktivitas dan menciptakan persaingan persaingan,” tuturnya. (*)

(Simak berita terbaru dari Pontianak)

Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2021 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved