Ayah dan Putri Cari Masker

BREAKING NEWS - Bukan Karena Virus Corona, Ayah dan Putrinya Menempuh Puluhan Kilometer Demi Masker

Biasanya ia mengaku masker ia peroleh dari distributor di Pontianak dan pembeliannya satu kotak.

Penulis: Try Juliansyah | Editor: Jamadin
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/ TRY JULIANSYAH
Warga saat menggunakan masker, Kamis (5/3/2020). Sejak diumumkannya ada warga Indonesia terjangkit virus Corona membuat kelangkaan masker dan sanitizer di sejumlah daerah termasuk Kabupaten Mempawah. 

BREAKING NEWS - Bukan Karena Virus Corona, Ayah dan Putrinya Menempuh Puluhan Kilometer Demi Masker

MEMPAWAH - Sejak diumumkannya ada kasus warga Indonesia positif terinfeksi virus corona atau Covid-19, membuat masyarakat memborong masker dan sanitizer di sejumlah toko dan apotek penyedia barang-barang tersebut. 

Dampak dari itu, masker sanitizer langka di Kabupaten Mempawah

Tentu kondisi ini menyulitkan tidak hanya bagi masyarakat yang khawatir pada penyebaran Convid 19 namun juga bagi warga yang mengidap penyakit tertentu yang memang membutuhkan masker.

Hal ini dirasakan oleh warga Jungkat, Susanto Tan (46) dan putrinya Celine (6).

Susanto mengakui dirinya merupakan penyintas kanker Nasofaring sementara anaknya menderita Leukimia. 

Virus Corona Dapat Dikalahkan! PESAN Pasien Virus Corona Covid 19 yang Dinyatakan Sembuh

"Jadi waktu itu saya sedang ke Kota Mempawah saat akan pulang ke rumah saya coba singgah di setiap toko untuk mencari masker. Ternyata sampai di Jungkat tidak ada lagi toko atau apotek yang menyediakan masker karena kehabisan stok," ujar Susanto, Kamis (5/3/2020).

Adapun jarak dari Kota Mempawah-Jungkat sekitar 34 kilometer dengan waktu tempuh normal satu jam dan 16 menit menggunakan kendaraan roda empat. 

Diakui olehnya penggunaan masker olehnya dan anaknya tersebut jauh sebelum kasus virus corona merebak.

Dijelaskannya penggunaan masker sudah menjadi kebutuhan baginya sebagai penyintas kanker. 

"Saya rutin menggunakan masker sejak dinyatakan mengidap kanker, kurang kebih sejak 2018 lalu sementara anak saya sejak tahun 2016 sudah menggunakan masker. Karena kami rentan terhadap polusi udara seperti debu, asap rokok dan lainnya maka penting menggunakan masker," ungkap Susanto.

Penggunaan masker tersebut diakuinya untuk setiap harinya menggunakan satu masker.

Sementara anaknya bahkan lebih banyak sehari biasanya menggunakan tiga masker. 

Akan Kirim 200 Boks Masker ke Luar Negeri di Tengah Wabah Corona, 2 Oknum Mahasiswa Jadi Tersangka

"Tentu dengan kelangkaan ini menyulitkan kami yang memang benar-benar membutuhkan penggunaan masker. Apalagi saya dan anak masih terus melakukan check up, kalau saya setiap 3 bukan harus ke jakarta check up," tutur Susanto.

Biasanya ia mengaku masker ia peroleh dari distributor di Pontianak dan pembeliannya satu kotak. 

Halaman
12
Berita Terkait
Ikuti kami di
AA

Berita Terkini

© 2025 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved