Bawaslu Sampaikan Ancaman Pidana Pemalsuan KTP Bagi Calon Perseorangan di Pilkada

Hal ini sesuai dengan UU 10 tahun 2016 pasal 185a, dengan ancaman hukuman penjara minimal 36 bulan

Bawaslu Sampaikan Ancaman Pidana Pemalsuan KTP Bagi Calon Perseorangan di Pilkada
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/RIDHO PANJI PRADANA
Kordiv Pencegahan dan Hubungan Antar Lembaga (PHL) Bawaslu Provinsi Kalbar, Faisal Riza 

PONTIANAK - Komisioner Bawaslu Kalbar, Faisal Riza mewanti-wanti agar tidak ditemukannya pemalsuan KTP atau dokumen untuk syarat pencalonan sebagai bapaslon calon kepala daerah jalur perseorangan.

Hal ini sesuai dengan UU 10 tahun 2016 pasal 185a, dengan ancaman hukuman penjara minimal 36 bulan dan maksimal 72 bulan, dan denda paling sedikit Rp 36 juta dan paling banyak Rp. 72 juta.

"Misalnya ada KTP Palsu atau dokumen yang dipalsukan, dan itu harus ditelisik. Kalau itu dilakukan peserta pemilu maka menjadi pidana pemilu, namun jika pidana pemilihan maka harus masuk ke Gakkumdu," kata Faisal, Rabu (26/02/2020) kepada Tribun.

Namun untuk memastikan itu, diterangkannya tentu ada kajian, untuk memastikan apakah ada pemalsuan, siapa yang memalsukannya dan punya siapa yang dipalsukan.

"Jika bukan oleh peserta pemilu akan dilacak, apakah masuk tim, SK dari tim peserta pemilu," tuturnya.

Potensi bakal ditemukannya KTP Palsu, dijelaskan Faisal, bakal terlihat saa verifikasi faktual.

"Basisnya temuan pengawas atau laporan masyarakat, namun diproses verifikasi faktual KPU akan ketahuan," jelasnya.

Kapolres Sekadau Coffee Morning Bersama Instansi dan Perusahaan, Hadapi Pilkada Serentak

Termasuk, ungkap Mantan Ketua KPID Kalbar ini, pada metode sampling dan pengawasan yang akan dilakukan Bawaslu dijajaran bawah.

"Kita usahakan bisa mengawal proses verifikasi faktual, tapikan dari sisi personil kita kurang, pengawas desa satu, jadi kita menggunakan sampling," ujarnya.

Sebelumnya, Gubernur Kalbar Sutarmidji meminta agar penyelenggara pemilu dapat meningkatkan kualitas serta terus memperbaiki kinerja.

Halaman
12
Penulis: Ridho Panji Pradana
Editor: Madrosid
Ikuti kami di
KOMENTAR

BERITA TERKINI

© 2020 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved