9 Ruko Terbakar di Ngabang, Riza Hanya Selamatkan Pakaian dan Satu Kantor Pemerintahan Ludes

Dari sembilan ruko yang terbakar, terdapat kantor pemerintahan yaitu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Kehutanan, dan Kesatuan Pengelolaan Hutan

Penulis: Alfon Pardosi | Editor: Syahroni
IST
Ruko yang terbakar di Pal 4 Ngabang pada Rabu (19/2/2020) dini hari 

LANDAK, TRIBUN - Warga Kilometer 4 Ngabang, Desa Amboyo Inti dikejutkan dengan kebakaran yang melanda sembilan rumah toko (Ruko).

Dari sembilan ruko yang terbakar, terdapat kantor pemerintahan yaitu Unit Pelaksana Teknis (UPT) Dinas Kehutanan, dan Kesatuan Pengelolaan Hutan Kalimantan Barat, wilayah Landak.

Besarnya kobaran api membuat para penghuni yang berada di dalam Ruko sempat panik menyelamatkan diri, serta barang-barang berharga mereka.

VIDEO: Kebakaran Hebat Lahap Sembilan Ruko di Ngabang

Polres Landak Turunkan Water Canon Padamkan Kebakaran 9 Ruko di Ngabang

Satu diantara penghuni Ruko, Riza Usman menuturkan, peristiwa kebakaran tersebut terjadi sekitar pukul 03.00 WIB. Dimana saat kejadian para penghuni Ruko sedang tertidur lelap.

"Setelah saya bangun, sebelah rumah sudah ada asap semua, saya lihat dari bawah kemudian lihat lagi ke atas memang sudah ada asap," jelas Riza Usman, Rabu (19/2/2020).

Dalam peristiwa kebakaran tersebut, ia mengaku tidak sempat menyelamatkan sejumlah barang, harta benda miliknya yang ikut hangus terbakar karna cepatnya kobaran api yang melalap hampir seisi Ruko miliknya.

"Barang-barang yang sempat diselematkan hanya pakaian saja, sementara barang lainnya tidak sempat diselamatkan," tambahnya.

Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa kebakaran ini, dimana kerugurian belum dapat ditafsir oleh pemilik ruko.

Polisi Ungkap Dugaan Penyebab Kebakaran Lanting di Kawasan Dermaga Sungai Durian Sintang

Tim Reaksi Cepat (TRC), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Landak yang mendapat laporan dari warga setempat bersama tim pemadam kebakaran (Damkar), Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Landak segera menuju lokasi kejadian untuk memadamkan api.

Dengan dibantu Damkar swasta dan Polres Landak, api baru bisa dijinakan pukul 04.20 WIB.

Tidak terdapat korban jiwa pada kejadian ini, tetapi sedikitnya dua kepala keluarga (KK) yang terdiri dari delapan orang yang tinggal di Ruko tersebut mengalami kerugian materil.

Kepala Pelaksana Badan Penaggulangan Bencana Daerah (BPBD) Landak, Herman Masnur menyatakan rasa prihatin atas musibah ini.

KRONOLOGI Wanita Ketapang Jadi Korban Begal Payudara, Kondisi Korban Memprihatinkan

Dirinya mengungkapkan pihaknya akan segera mengupayakan untuk membantu para korban sesuai yang diarahkan oleh Bupati Landak.

"Kita semua turut prihatin, atas musibah ini. Sesuai arahan dari Bupati Landak, BPBD akan membantu korban bencana sesuai dengan kemampuan yang ada," terang Herman.

Halaman
12
  • Ikuti kami di
    KOMENTAR

    BERITA TERKINI

    © 2023 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
    All Right Reserved