Prihatin Siswa SD Silet Tangan, DPRD Minta Disdik Beri Pendampingan
Dari hasil interogasi terhadap guru di sekolah tersebut diperoleh informasi jumlah siswanya mencapai 37 orang,
Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Jamadin
SANGGAU - Ketua Komisi II DPRD Sanggau, Yeremias Marsilinus mengaku prihatin adanya kejadian puluhan siswa di salah satu SD Negeri di Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau, melukai tangannya menggunakan silet.
"Kedepan kita harapkan agar kepedulian orang tua terhadap anak-anaknya lebih ditingkatkan lagi. kita sangat prihatin ada kejadian seperti ini, kita harapkan agar ada pendampingan dari guru terhadap anak-anak ini," kata Yeremias, Jumat (14/2/2020).
Politisi PDI Perjuangan Sanggau itu berharap agar instansi terkait segara turun ke sekolah tersebut untuk mencarikan penyebab ad
• VIRAL 37 Siswa SD Sanggau Kalbar Lukai Tangan Pakai Silet Tuai Reaksi, Aksi Silet Diawali Satu Siswa
anya kejadian seperti itu. Dengan begitu tentunya dapat dicarikan solusi kedepanya.
"Saya harapkan agar kejadian ini tak terulang lagi kedepanya. Jangan sampai ada terdengar kejadian serupa, beruntung tidak sampai terjadi hal-hal yang sampai berakibat fatal," tuturnya.
Terpisah, Sekretaris Dewan Adat Dayak (DAD) Kabupaten Sanggau, Urbanus mengaku prihatin adanya kejadian puluhan siswa di salah satu SD Negeri di Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau, yang melukai tangannya menggunakan silet.
"Kenapa mereka sampai lakukan itu, perlu di bantu psikolog anak dan pemulihan trauma bersama orang tua murid, guru dan komite sekolah, juga pemerintah daerah," katanya.
Kejadian ini, lanjut mantan Anggota DPRD Sanggau itu, sangat serius dan harus diselesaikan sampai tuntas. "Kedepan tidak boleh ada kejadian lagi serupa," ujarnya.
Sebelumnya, Kapolres Sanggau AKBP Raymond Marcelino Masengi menuturkan adanya kejadian puluhan siswa di salah satu SD Negeri melukai tangannya menggunakan silet.
Kapolres menjelaskan, peristiwa tersebut terjadi pada 10 Februari 2020.
• 238 WNI Bebas dari Virus Corona Dipulangkan, Diskes Kalbar Minta Warga Tak Khawatir
"Dari hasil interogasi terhadap guru di sekolah tersebut diperoleh informasi jumlah siswanya mencapai 37 orang," katanya melalui telpon selulernya.
Kapolres menambahkan, penyiletan didahului oleh seorang siswa kelas VI. Siswa itu, lanjutnya, bilang menyilet tangan kirinya di ruang kelas karena sering dimarahi kakak kandungnya.
"Saat melukai tangan dengan silet dilihat lima orang teman sekelasnya. Tindakan melukai tangan dengan silet diikuti dua temannya dan selanjutnya diikuti oleh murid-murid lain di sekolah tersebut,”ujarnya.
Dari 37 siswa tersebut, lanjutnya, dirinci yakni siswa kelas satu sebanyak lima orang, Kelas tiga sebanyak dua orang, kelas empat sebanyak 12 orang, kelas lima delapan orang dan kelas enam sebanyak 10 orang.
“Analisa sementara tindakan melukai diri sendiri di bagian tangan dengan cara menyilet oleh salah satu siswa (Yang memulai) didasari tekanan psikis akibat sering dimarahi oleh kakaknya. Lalu, pada saat melakukan perbuatannya terlihat oleh kawannya dan tidak berakibat fatal, maka timbul keinginan untuk mencoba dan pada akhirnya diikuti oleh semua yang melihat,”tuturnya.
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/geger-37-siswa-sd-negeri-di-sanggau-silet-tangan-sendiri-foto-ilustrasi.jpg)