Kapal BBM Meledak

Malam Mencekam, Kronologi Lengkap Kapal BBM Meledak dan Terbakar di Sukabangun Ketapang

Kapal itu dilaporkan akan berangkat menuju Kabupaten Kayong Utara pada 3 Mei 2026 dini hari.

Tayang: | Diperbarui:
TRIBUNPONTIANAK.CO.ID/Faisal Ilham Muzaqi
KAPAL MELEDAK KETAPANG - Foto terbaru kondisi kapal kayu di Sungai Sukabangun Dalam, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Minggu 2 Mei 2026 malam usai terbakar. Berikut kronologinya. 
Ringkasan Berita:
  • Kapal itu dilaporkan akan berangkat menuju Kabupaten Kayong Utara pada 3 Mei 2026 dini hari.
  • Namun kapal tiba-tiba meledak menghasilkan suara ledakan yang didengar banyak pihak.

TRIBUNPONTIANAK.CO.ID, KETAPANG - Kapal bermuatan bahan bakar minyak (BBM) terbakar di Desa Sukabangun Dalam, Kecamatan Delta Pawan, Kabupaten Ketapang, Kalimantan Barat, Sabtu 2 Mei 2026 malam WIB.

Kapal itu dilaporkan akan berangkat menuju Kabupaten Kayong Utara pada 3 Mei 2026 dini hari.

Namun kapal tiba-tiba meledak menghasilkan suara ledakan yang didengar banyak pihak.

Lantas bagaimana kronologi lengkapnya?

Kronologi Lengkap

Salah seorang warga, Yudi mengatakan kejadian tersebut terjadi sekitar pukul 22.30 WIB.‎

‎Ia juga mengungkapkan bahwa sempat terjadi ledakan dari arah kapal.  

‎"Kejadiannya sekitar pukul 22.30 WIB. Sempat ada suara ledakan dari arah kapal yang terbakar," ujarnya di lokasi kejadian.

Kesaksian Warga Detik-detik Kapal BBM Meledak dan Terbakar di Sukabangun Ketapang

‎Setelah mendengar suara ledakan, warga langsung keluar rumah dan melihat asap tebal membumbung dari kapal yang bersandar di sungai.

‎Api dengan cepat membesar dan melahap hampir seluruh bagian kapal.

‎Menurut Yudi, kobaran api cepat meluas karena kapal membawa bahan bakar minyak.

‎Bahkan, api sempat menjalar di permukaan air dan membakar area di sekitar lokasi kejadian.

‎"Api cepat membesar karena kapal membawa minyak. Bahkan api sempat menjalar di permukaan air," tambahnya.

Dulunya Kapal Nelayan

‎Sementara itu warga lainya, Apek menyebutkan bahwa kapal tersebut awalnya merupakan kapal nelayan tetapi sekarang digunakan untuk angkut barang.  

‎"Setau saya awalnya kapal itu untuk mencari ikan (kapal nelayan) tapi sekarang di pakai untuk bawa barang," jelasnya.  

‎Apek menambahkan, suasana di lokasi kejadian sempat panik saat kobaran api terus membesar dan menyebar di sekitar kapal.

‎Ia bahkan mengalami luka di bagian telunjuk tangan kiri saat membantu memotong tali kapal.

‎"Kami panik karena apinya menyebar. Tangan saya sampai luka-luka karena ikut memotong tali kapal dan membantu memadamkan api," ungkapnya.

Polres Ketapang Bongkar Rangkaian Teror di Air Upas, Dua Tersangka Diamankan Satu Masih DPO

Suara Ledakan Sampai Buat Rumah Bergetar

‎Selain itu, warga lainnya, Agung mengaku sempat kaget ketika mendengar suara ledakan dari arah kapal.

‎Ia menyebut, suara ledakan tersebut bahkan membuat rumahnya bergetar.

‎Saat keluar rumah, suasana di luar tampak terang akibat kobaran api.

‎"Saya lagi di dalam rumah, tiba-tiba ada suara ledakan dan rumah bergetar. Begitu keluar, langit sudah terang," katanya.

‎Agung menambahkan, kapal tersebut membawa berbagai jenis BBM, seperti  solar dan Pertamax. 

‎Selain itu, terdapat juga tabung oksigen berukuran besar serta bahan makanan pokok yang akan dibawa ke pulau penebang.  

‎"Setahu saya kapal itu bawa solar, Pertamax. Terus ada juga tabung oksigen besar, sama bahan makanan pokok," ucapnya.

‎Berdasarkan informasi yang dihimpun di lokasi kejadian, terdapat enam ABK dalam peristiwa tersebut.

‎Satu orang dilaporkan selamat, empat lainnya mengalami luka bakar dan telah dilarikan ke rumah sakit terdekat, sementara satu orang lainya hingga sekitar pukul 01.30 WIB masih belum ditemukan.

‎Hingga berita ini diterbitkan, belum ada penjelasan resmi dari pihak kepolisian terkait kronologi dan penyebab pasti kejadian, termasuk jumlah pasti korban dalam peristiwa tersebut.

- Baca Berita Terbaru Lainnya di GOOGLE NEWS
- Dapatkan Berita Viral Via Saluran WhatsApp

!!!Membaca Bagi Pikiran Seperti Olahraga Bagi Tubuh!!

Rekomendasi untuk Anda
Ikuti kami di
KOMENTAR

Berita Terkini

© 2026 TRIBUNnews.com Network,a subsidiary of KG Media.
All Right Reserved