Prihatin Siswa SD Silet Tangan, DPRD Minta Disdik Beri Pendampingan
Dari hasil interogasi terhadap guru di sekolah tersebut diperoleh informasi jumlah siswanya mencapai 37 orang,
Penulis: Hendri Chornelius | Editor: Jamadin
Tidak Terulang
Ketua Forum Komunikasi Partisipasi Publik Untuk Kesejahteraan Perempuan dan Anak (Puspa) Kabupaten Sanggau Abdul Rahim mengaku sangat prihatin atas kejadian puluhan siswa di salah satu SD Negeri di Kecamatan Tayan Hulu, Kabupaten Sanggau, yang melukai tangannya menggunakan silet.
"Kita minta anak-anak korban penyiletan untuk diperiksa mental dan kejiwaannya. Saya betul-betul kaget dapat informasi ini, harus dicari sebab musababnya. Jangan sampai ada aksi lebih nekad lagi yang dilalukan anak-anak itu," katanya, Jumat (14/2).
Untuk itulah, Rahim berharap kasus tersebut jangan sampai terulang. Kepedulian orang tua, guru dan lingkungan tempat anak-anak bermain, jangan biarkan mereka melakukan hal-hal yang dapat membahayakan diri mereka.
"Intinya adalah kepedulian kita semua, Kalau kita sudah cuek dengan anak-anak ini tentu mereka menganggap apa yang mereka lakukan itu benar, padahal salah. Kemudian pengawasan orang tua, guru serta masyarakat sekitar untuk memantau gejala-gejala dan perilaku yang menyimpang," pungkasnya.
Update berita pilihan
tribunpontianak.co.id di WhatsApp
Klik > http://bit.ly/whatsapptribunpontianak
Update Informasi Kamu Via Launcher Tribun Pontianak Berikut:
:quality(30):format(webp):focal(0.5x0.5:0.5x0.5)/pontianak/foto/bank/originals/geger-37-siswa-sd-negeri-di-sanggau-silet-tangan-sendiri-foto-ilustrasi.jpg)